Koma.id | Tokyo – Api pertama untuk Asian Games Aichi-Nagoya 2026 resmi dinyalakan di Stadion Nasional Tokyo, Selasa (18/08). Upacara ini menandai dimulainya rangkaian penyalaan api jelang kirab obor menuju pesta olahraga terbesar di Asia.
Gubernur Prefektur Aichi sekaligus Presiden Panitia Penyelenggara, Hideaki Omura, hadir bersama Presiden Komite Olimpiade Jepang Seiko Hashimoto dan sejumlah pejabat. Sprinter Jepang Yoshihide Kiryu mengambil api dari kaldron yang pernah digunakan pada Asian Games 1958 Tokyo, edisi pertama ajang tersebut di Jepang.
Perubahan Desil Ancam Akses Beasiswa KIP
Omura menyebut prosesi ini sebagai langkah simbolis dalam pengumpulan tiga sumber api yang akan disatukan untuk kirab obor. Api kedua dijadwalkan dinyalakan di Hiroshima pada Kamis 20 Agustus 2026, sementara api ketiga diambil di Kastel Nagoya pada Sabtu 22 Agustus 2026.
Api dari Tokyo, Hiroshima, dan Nagoya akan disatukan menjadi api resmi Asian Games Aichi-Nagoya. Atlet gulat legendaris Saori Yoshida, peraih tiga emas Olimpiade, ditunjuk sebagai pembawa obor pertama. Estafet obor akan melintasi 40 wilayah administratif di Prefektur Aichi dan 16 ward di Nagoya, dengan melibatkan sekitar 1.000 pembawa obor.
Asian Games ke‑20 akan berlangsung 19 September – 4 Oktober 2026, mempertandingkan 43 cabang olahraga dengan partisipasi atlet dari 45 negara. Kontingen Indonesia menargetkan minimal empat medali emas, sesuai kesepakatan Menpora Erick Thohir bersama Chef de Mission Todotua Pasaribu.
Viral Seruan Boikot Mandiri
“Kami harap masyarakat mendukung para atlet agar tetap semangat meraih emas sebanyak-banyaknya,” kata Erick dalam acara Pesta Rakyat HUT ke‑81 RI di Monas, Jakarta.
Indonesia akan mengirimkan 432 atlet dan 148 ofisial dari 35 cabang olahraga, ditambah 60 petugas CdM. Pemerintah berkomitmen memberikan pengawalan penuh agar motivasi kontingen Merah Putih terjaga.
Pada Asian Games 2023 Hangzhou, Indonesia meraih tujuh emas, 11 perak, dan 17 perunggu, menempati posisi ke‑13 klasemen akhir.










