Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Nasional

Alissa Wahid Ingatkan Pesan Gus Dur Akan Fenomena One Piece

×

Alissa Wahid Ingatkan Pesan Gus Dur Akan Fenomena One Piece

Sebarkan artikel ini
Alissa Wahid Ingatkan Pesan Gus Dur Akan Fenomena One Piece
Alissa Qotrunnada Munawaroh Wahid. (Foto/Dok.GusDur.Net)

Koma.id Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia pada 17 Agustus 2025, jagat media sosial diramaikan oleh tren tak biasa: pengibaran bendera bajak laut One Piece, baik secara fisik maupun digital.

Fenomena ini viral di berbagai platform, dan secara simbolik menjadi bentuk ekspresi dari sebagian masyarakat—khususnya generasi muda—terhadap kondisi sosial-politik saat ini. Tapi dengan ketidakmengertian masyarakat bisa menjadi provokasi untuk kepentingan lain.

Silakan gulirkan ke bawah

Namun di tengah riuhnya aksi ini, kembali mengingat ucapan Presiden ke-4 RI, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur):

“Kalian boleh mengibarkan bendera lain, tapi jangan lebih tinggi dari Merah Putih.”

Ucapan Gus Dur itu kembali menjadi pengingat bahwa dalam kebebasan berekspresi, penghormatan terhadap simbol negara tetap harus dijaga.

Putri sulung Gus Dur sekaligus Koordinator Nasional Jaringan Gusdurian, Alissa Qotrunnada Munawaroh Wahid turut menjelaskan konteks asli dari pernyataan ayahnya tersebut.

Menurut Alissa, kutipan itu berasal dari pengibaran bendera sebagai simbol identitas lokal yang kuat. Gus Dur tidak mempersoalkan pengibaran bendera tersebut selama tidak dimaknai sebagai bentuk separatisme.

“Sebetulnya, kalimat Gus Dur itu konteksnya adalah tidak apa-apa mengibarkan bendera tersebut asal sifatnya kultural saja, seperti bendera Nahdlatul Ulama atau bendera Persija. Mereka bisa hadir bersama-sama dengan bendera Merah Putih, tapi posisi bendera Merah Putih tetap lebih tinggi karena dianggap lebih sakral,” jelas Alissa Wahid saat di hubungi tim Koma.id, Kamis (31/7).

Gus Dur, lanjut Alissa, ingin menegaskan bahwa di atas semua simbol identitas kelompok apa pun, ada kepentingan yang jauh lebih besar yaitu kesatuan bangsa dan negara Republik Indonesia.

Terkait tren bendera bajak laut One Piece, Alissa Wahid menilai bahwa fenomena tersebut lebih sebagai bentuk ekspresi simbolik bukan sebagai alat provokasi dengan narasi emosional kepada masyarakat sebagai kepentingan kelompok tertentu yang ingin merusak kesatuan dan persatuan bangsa dan negara.

Alissa mengajak publik untuk tidak bereaksi berlebihan terhadap fenomena ini, yang bisa menjadi alat provokasi suatu kepentingan. “Yang penting semangat persatuan dan kesatuan Indonesia, tetap di bawah bendera Merah Putih,” tegasnya.

Bendera Merah Putih bukan sekadar kain dua warna. Ia adalah lambang sakral dari perjuangan, darah, dan air mata. Maka, pastikan bendera Merah Putih tetap berkibar paling tinggi—secara fisik, simbolik, dan dalam kesadaran kolektif.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.