Koma.id – Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM-SI) menilai agenda Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 merupakan sebuah malapetaka.
BEM-SI juga menyatakan G20 tidak pernah melahirkan solusi-solusi konkrit untuk segala permasalahan krusial dunia. Seperti isu kesehatan, isu energi, dan isu transformasi digital.
Hasil dari G-20 ini, menurut BEM-SI seringkali hanya menguntungkan Amerika Serikat tanpa adanya solusi berarti bagi dunia secara luas.
“Semakin lama berjalannya G20 ini, tampaknya kepentingan elitis semakin jelas tidak menguntungkan rakyat. Hal ini harus dikritisi bersama-sama dan harus ditolak dengan suara yang lantang,” kata BEM-SI dalam seruannya yang diunggah melalui akun Instagram @bem_si yang dilihat pada Sabtu (12/11/2022).
BEM-SI menerangkan bahwa segala pertimbangan yang diambil oleh pemerintah Indonesia, tampaknya ada hal yang luput perihal KTT G-20 ini.
Kata mereka, sejarah mencatat bahwa KTT G-20 ini adalah sebuah proyek yang digagas oleh imperialis utama, yaitu Amerika Serikat untuk melancarkan kepentingan negaranya demi melanggengkan posisinya pada kuasa adidaya dunia.
“Diskusi para pemimpin yang seharusnya melahirkan solusi konkrit bagi masyarakat malah menjadi penggalangan kepentingan untuk melanggengkan kepentingan elitis,” terang BEM-SI.
Sikap BEM-SI pun nyatanya banyak direspons para netizen melalui kolom komentar di unggahan tersebut.
Sebagian besar netizen justru mempertanyakan sikap dan aksi kritis yang disuarakan BEM-SI terkait penyelanggaraan KTT G20 di Bali 15-16 November mendatang.
“Bem SI yang sekarang emang berdampak apa buat rakyat?,” kata netizen.
“Lah KOCAK, kemarin-kemarin pada kemana ini BEM SI gajelas kalo mau bubarin dari awal, kalo sekarang itu nasi udh jadi bubur DEK, ini adminnya siapa, hapus aja postingan nya ga guna, cuma memperkeruh suasana!,” kata netizen.
“Apakah bem berdampak utk rakyat?,” kata netizen.
“Ini kok bnyk subjektif dan tendesiusnya sih.. apa kurang literasi? Definisi ga berdampak rakyat kecit tuh gimana? Peningkatan perdagangan akan menggerakan roda produksi yg pastinya drive pembangunan manusia, sosial & ekonomi (ini baru sisi ekonomi dan irisan kecil 6g dibahas). Sekelas bem si sekarang kok literasinya begini… apa cuma penggiringan opini? Ga jelas,” cetus netizen lagi.
“Banyakin baca dulu, dukung dulu, jangan dikit-dikit mengecam. Ikut andil aja ngga. Diskusi dulu sama mba Maudy Ayunda noh,” sindir netizen yang lain.
“Bem si apalagi gak ada dampaknya bagi masyarakat kecil,” ujar netizen.
“LOL, narasinya pesanan, mirip2 dgn parpol yg hobinya menjelekan pemerintah tp msh menikmati BLT, subsidi,kestabilan politik, ekonomi yg msh bertumbuh di Indonesia. Mo gagalkan G20 caranya gmn son?,” jelas netizen.













