Koma.id – Alumni PA 212 Eggi Sudjana kecewa dengan Gubernur DKI Anies Baswedan yang sudah mulai gerilya mendeklarasikan Capres 2024 dan safari politik namun tidak menolong warganya.
Terbaru adalah deklarasi Anies Capres 2024 oleh Partai Nasdem dan safari politiknya ke Partai Demokrat.
Dikatakan Eggi soal kekecewaan yang ia alami. Secara persepsi keimanan itu melihat dari suatu fakta, contoh kasus ada anak diperkosa di Tj Priok. Yang memperkosa itu umur dibawah 17 tahun dan Eggi sudah mengajukan di Pengadilan. Namun, karena tempat tinggal masing-masing orang tua nya masih disitu maka cek cok terus.
“Saya minta ke staffnya karena orang ini tidak mampu agar di pindahkan supaya dikasih kenyamanan. Sampek sekarang tidak ada respon,” terangnya.
Kedua, lanjut dia, para nelayan Tj Priok tentang koperasi, untuk rumahnya sampai hari ini belum dimiliki. “Saya ajukan untuk ketemu juga tidak direspon,” sambungnya.
Selanjutnya, kata dia, soal kasus tanah di Pesanggrahan itu Daerah Jakbar kurang lebih 1 ha 100 meter itu belum dibayar. Padahal sudah menjadi codetan kanal ke sungainya menjadi ke laut sehingga tidak ada kebanjiran. Dan awalnya tanahnya itu daratan.
“Kita sudah lima kali tulis surat bahkan somasi dan sudah sangat jelas saya kasih diktum nya 14 hari jika tidak di respon akan kami tindak lanjuti hukum peristiwa nya yang lebih berikut. Misalnya pidana, kita bisa laporin ke Polisi karena ada pasalnya 421 KUHP sebagai pejabat dia membiarkan atau tidak membuat kebijakan yang kondusif itu dipidana 2 tahun 8 bulan. Juga ada pasal 372 penggelapan, dan 374 penggelapan dalam jabatan itu juga menjadi persoalan serius. Kalau ditotal bisa hukumannya 12 tahun. Ini kan harus segera dipenjara kalau begitu tidak boleh tidak segera ditahan,” bebernya.
Eggi mengaku sudah kasih batas waktu, dan 7 orang bantu saya tingkat 2 Habaib dan teman sering bantu Anies tapi tidak direspon sampai hari ini. “Kalau bicara kebijakan ini bukan kecewa tapi kok kenapa sebagai Gubernur kok disfungsional,” lanjutnya.
“Umat Islam yang saya bela merasakan penderitaan ini. Tapi HRS tahu karakternya, tidak suka lihat kedzoliman,” katanya.
“Jika tidak laporan saya tidak ditindaklanjuti maka laporan saya akan berjalan,” pungkasnya.













