Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Nasional

Bestie Koma, Tahu Gak PSHT Telah Berusia Satu Abad Lho…

Views
×

Bestie Koma, Tahu Gak PSHT Telah Berusia Satu Abad Lho…

Sebarkan artikel ini
Bestie Koma, Tahu Gak PSHT Telah Berusia Satu Abad Lho…

KOMA.ID – Masyarakat Indonesia pasti mengenal organisasi silat Persaudaraan Setia Hati Terate atau PSHT. Tahu gak Bestie Koma, PSHT ternyata kini telah berusia satu abad.

Peringati satu abad kelahiran PSHT Pusat Madiun, menggelar kirab tanah dan air dari seluruh Indonesia. Tanah dan air dari Sabang sampai Merauke ini dikirab dan dikumpulkan menjadi satu, sebagai simbol mempererat persaudaraan, menjaga keutuhan kebinekaan.

Silakan gulirkan ke bawah

Iring – iringan tim pembawa tanah dan air dari seluruh Indonesia, dari Aceh hingga Papua ini, tiba di pendopo agung Ngawi Jawa Timur. Sebagian lain, juga tiba di Padepokan SH Terate di Ponorogo.

Tanah dan air suci ini diambil dari 300 lebih cabang PSHT yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia.

Ratusan pendekar pun menyambut dengan gegap gempita, memperagakan jurus silat serta kesenian Reog Ponorogo, untuk diserahkan langsung ke sesepuh PSHT.

Pengumpulan tanah dan air ini menggambarkan keragaman yang ada di SH Terate. Ribuan warga SH berasal dari berbagai profesi, adat, budaya, suku dan agama namun tetap dalam satu bingkai persaudaraan. Turut menjaga kebinekaan.

Sejak berdiri pada 1922 hingga menginjak 1 abad di 2022 ini, SH Terate tetap konsisten menjaga warisan leluhur, berupa ajaran pencak silat dan budi pekerti. Dalam ajang pencak silat, SH Terate juga rutin menyumbangkan prestasi untuk bangsa Indonesia.

Kirab nusantara, tanah dan air dari seluruh indonesia ini akan dikumpulkan menjadi monumen 1 abad SH Terate, yang puncaknya akan digelar di Padepokan Pusat Madiun pada September 2022.

Insiden Konvoi di Malang

Dalam peringatan satu abad ini juga dibarengi dengan dilakukan pengesahan warga baru PSHT.

Banyak anggota PSHT yang melakukan konvoi saat pengesahan warga baru dan memperingati satu abad PSHT ini.

Namun dalam aksi konvoi yang dilakukan di Malang Jawa Timur, anggota PSHT terlibat bentrok dengan warga, tepatnya pada Minggu (7/8/2022) dini hari.

Sebanyak tiga orang mengalami luka-luka akibat insiden yang terjadi tepatnya di Jalan Sudanco Supriadi.

Selain warga yang luka, beberapa ruko dan bangunan di sekitar lokasi hancur.

Meski begitu, kericuhan kini sudah teratasi dan polisi telah menggelar rapat koordinasi dan mempertemukan perwakilan PSHT dengan perwakilan warga serta Aremania untuk duduk bersama.

Perwakilan PSHT, Hendro Suprapto bersepakat dengan Aremania untuk saling menjaga keamanan wilayah Kota Malang.

“Kami sepakat untuk tidak bicara ke belakang, tetapi bicara ke depan untuk menjaga Kota Malang aman dan kondusif serta menjaga kamtibmas,” kata dia.

“PSHT maupun Aremania mendapat pengertian agar saling menjaga satu dengan lain, saling mengingatkan, dan tidak saling menyalahkan,” tandasnya.

 

 

 

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.