Koma.id, Jakarta – Sri Lanka tengah mengalami gejolak sosial politik yang dipicu oleh krisis ekonomi. Hal ini penting dijadikan pembelajaran bagi negara-negara di kawasan Asia, termasuk Indonesia.
Banyak faktor yang mengakibatkan Sri Lanka ambruk, namun ada beberapa faktor krusial yang dialami Sri Lanka yang terlihat gejalanya telah terjadi di Indonesia. Yakni soal dinasti politik hingga pembangunan infrastruktur yang memakan biaya banyak namun berujung mangkrak tak berfungsi.
Pendiri Lembaga Survei Kelompok Kajian dan Diskusi Opini Publik Indonesia (KedaiKOPI) Hendri Satrio menyampaikan hal itu dalam acara Talk Show bertajuk “Catatan Demokrasi” pada Selasa (12/7).
Nah Lho! BGN Moratorium dan Audit Dapur MBG
“Indonesia harus waspada tentunya. Dinasti politik di Sri Lanka luar biasa, kalau saya tidak salah Presiden, PM, Menkeu, itu saudara sekandung tuh kakak beradik. Ada lagi jadi Menteri Transportasi, anak PM-nya jadi Mentan. Jadi memang dinasti politiknya luar biasa,” jelas Hensat, sapaan akrab Hendri Satrio.
Hensat menambahkan penjelasan terkait pembangunan infrastruktur yang tidak tepat guna.
“Menggunakan biaya besar tapi akhirnya terbengkalai. Beberapa hal itu yang perlu diperhatikan dari pelajaran dari Sri Lanka,” sambungnya.
Figur Dosen Universitas Paramadina ini menyebut kondisi di Sri Lanka berbeda dengan Indonesia. Meskipun dinasti politik di Indonesia sudah terjadi, tetapi belum separah dinasti politik di Sri Lanka.
“Di Indonesia apakah sudah seperti itu? Belum. Tapi di level daerah banyak sudah yang suami isteri anak. Di level nasional ya kita sama-sama tau lah apa yang terjadi di level nasional,” katanya.
Hensat juga mengingatkan agat tidak melupakan kekuatan rakyat atau people power seperti di Sri Lanka. Ia mengingatkan penguasa di negara manapun itu, jangan menganggap remeh people power.
“Overall bukan hanya untuk Indonesia, tapi berbagai negara sebagai catatan dan harus terus diingat oleh siapapun penguasa di negara, bahwa jangan bermain dengan kekuatan rakyat. Pada saat people power itu dilakukan maka yang terjadi seperti yang kita lihat di Sri Lanka itu,” pungkasnya.
Talkshow yang digelar salah satu televisi swasta nasional ini juga menghadirkan sejumlah narasumber antara lain Politkus Senior PDIP Hendrawan Supratikno, Ekonom Senior PDIP Rizal Ramli, dan Sekretaris BUMN Arya Sinulingga.












