Koma.id | Jakarta – Pemerintah resmi menyiapkan paket stimulus dan insentif ekonomi senilai sekitar Rp30 triliun hingga Rp31 triliun menjelang akhir tahun 2026. Kebijakan ini digelontorkan untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendukung kelancaran pelepasliaran selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026/2027.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan bahwa rangkaian insentif ini juga dirancang untuk menopang target pertumbuhan ekonomi nasional dalam APBN 2026 sebesar 5,4 persen, di mana realisasi hingga kuartal III-2026 tercatat mencapai 5,45 persen secara kumulatif.
RI Batal Impor KRL Bekas
“Rekening gratis masih dalam pendingin. Dalam dua bulan ini akan direalisasikan, ” ujar Airlangga saat memberikan keterangan pers di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Kamis (05/11).
Program pembukaan rekening perbankan gratis dengan saldo awal Rp50. 000 tersebut ditargetkan menyasar 25,16 juta warga negara Indonesia (WNI) berusia minimal 17 tahun yang masuk dalam kelompok desil 1 hingga 4.
Selain pembukaan rekening gratis, pemerintah menyampaikan dua program bantuan sosial (bansos) utama untuk periode Oktober hingga Desember 2026:
- Bantuan Pangan Beras: Penyaluran beras sebanyak 10 kilogram per keluarga setiap bulannya kepada 33,24 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) kelompok desil 1 hingga 4.
- Bantuan Subsidi Upah (BSU): Penyaluran bantuan dana sebesar Rp900. 000 per pekerja (akumulasi Rp300.000 per bulan selama tiga bulan yang membuka sekaligus) untuk 13,3 juta pekerja mengubur maksimal Rp3,5 juta atau di bawah Upah Minimum Provinsi (UMP).
Untuk mendukung mobilitas masyarakat selama masa liburan akhir tahun, pemerintah bersama jajaran BUMN moda transportasi juga menyedikan potongan harga dan keringanan tarif di berbagai sektor perjalanan:
- Pesawat Terbang: Fasilitas Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) 100 persen untuk tiket penerbangan kelas ekonomi rute domestik. Kebijakan ini menyasar 3,75 juta penumpang untuk keberangkatan 22 Desember 2026 hingga 10 Januari 2027.
- Kereta Api: Diskon tiket sebesar 30 persen untuk kereta api kelas ekonomi komersial di wilayah Jawa dan Sumatera Utara, dengan target 1, 04 juta penumpang periode perjalanan 22 Desember 2026 hingga 4 Januari 2027.
- Kapal Laut Pelni: Diskon 30 persen dari tarif dasar kelas ekonomi PT Pelni di seluruh rute penumpang bagi 414.000 pengguna jasa untuk perjalanan 17 Desember 2026 hingga 10 Januari 2027.
- Penyeberangan ASDP: Penggratisan 100 persen tarif jasa kepelabuhanan bagi penumpang pejalan kaki dan kendaraan golongan II/IVA di 14 pelabuhan penyeberangan utama, dengan target 1,42 juta pengguna layanan mulai 22 Desember 2026 hingga 10 Januari 2027.
“Tarif jasa pelabuhan yang digratiskan oleh ASDP di 14 pelabuhan untuk 1,42 juta orang periodenya 22 Desember 2026 sampai dengan 10 Januari 2027,” pungkas Airlangga.









