Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
BeritaEkonomiNasional

Harga Ayam Hidup Anjlok di Bawah HPP, Peternak Mandiri Mengaku di Ambang Kebangkrutan

×

Harga Ayam Hidup Anjlok di Bawah HPP, Peternak Mandiri Mengaku di Ambang Kebangkrutan

Sebarkan artikel ini
Ternak Ayam

Koma.id | Jakarta – Para peternak ayam broiler mandiri yang tergabung dalam Perhimpunan Peternak Rakyat Mandiri Indonesia (PERMINDO) mengeluhkan merosotnya harga jual ayam hidup ( live bird ) di tingkat kandang. Kondisi yang telah berlangsung selama hampir tiga minggu ini berada jauh di bawah HPP (Harga Pokok Produksi) dan mengancam keberlangsungan usaha peternak kecil.

Koordinator PERMINDO Jawa Timur, Barry Saripudin, mengungkapkan bahwa harga jual ayam hidup di kandang saat ini jatuh ke kisaran Rp17. 000 hingga Rp18. 000 per kilogram. Padahal, biaya pokok produksi peternak mandiri berada pada kisaran Rp22. 500 hingga Rp23. 000 per kilogram.

Silakan gulirkan ke bawah

“Dengan kondisi harga seperti sekarang, peternak mengalami kerugian sekitar Rp5.500 hingga Rp6.000 per kilogram. Kami sudah berada di ambang kebangkrutan. Biaya produksi terus tinggi, tetapi harga jual tidak mampu menutup biaya yang kami keluarkan, ” tegas Barry dalam keterangan resminya, Kamis (05/11).

Barry memberkan, pembengkakan biaya produksi dipicu oleh mahalnya harga komponen pakan yang mencapai Rp10. 000 per kilogram franco kandang. Kondisi ini diperparah oleh tingginya harga jagung pakan lokal yang menembus Rp7. 800–Rp8. 000 per kilogram, bungkil kedelai (SBM) impor sebesar Rp10. 000 per kilogram, serta harga bibit ayam ( Day Old Chick /DOC) yang menembus di atas Rp8. 800 perekornya.

Kondisi tersebut diperburuk oleh ketidakseimbangan pasokan dan permintaan pasar. Menurut Wakil Kepala Produksi Peternak Curug Maju Bersama, Agus Sunarto, kelebihan produksi ( oversupply ) yang membanjiri pasar tidak sebanding dengan daya beli masyarakat yang tengah mengendur.

Menghadapi ancaman gulung tikar, PERMINDO menyampaikan empat tuntutan utama kepada pemerintah:

  1. Penurunan Biaya nasional Pakan: Pemerintah didorong untuk mempermudah opsi impor pakan jagung guna menekan harga dan menjamin ketersediaan bahan baku secara.
  2. Penataan Tata Niaga Hilir: Penegakan Harga Acuan Pembelian (HAP) secara tegas kepada pengelola Rumah Potong Hewan Unggas (RPHU) dan broker .
  3. Pengendalian Integrator: Pengatasan produksi ayam hidup milik perusahaan integrator agar tidak langsung membanjiri pasar tradisional, melainkan dialihkan ke pasar modern, industri, atau diolah menjadi produk beku.
  4. Implementasi Permentan: Penegakan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 10 Tahun 2024 terkait kewajiban kepemilikan RPHU bagi peternak berskala besar.

Merespons tekanan di sektor peternakan, pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) dan Badan Pangan Nasional (Bapanas) Sejumlah Holding BUMN Pangan ID FOOD dan Perum Bulog untuk melakukan penyerapan hasil produksi peternakan.

ID FOOD dan Bulog menyiapkan alokasi dana sebesar Rp30 miliar untuk menyerap telur dan hasil peternakan rakyat dengan batas harga pembelian minimal Rp24. 000 per kilogram. Hingga awal November 2026,ID FOOD tercatat telah menyerap 153,6 ton telur ras senilai Rp3,43 miliar dari target alokasi penyerapan Rp15 miliar.

Di sisi lain,Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan telah mengadakan perjanjian dengan asosiasi peternak untuk menyalurkan benih jagung gratis seluas 20.000 hektar hingga Desember 2026.Langkah ini diambil untuk menstabilkan pasokan bahan baku pakan mandiri serta menugaskan Perum Bulog untuk menampung stok cadangan pakan jagung hingga 250.000 ton.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.