Koma.id– Survei Ahli Ekonomi Semester II yang dilakukan LPEM FEB UI menunjukkan mayoritas ekonom cenderung memilih membatasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) jika biaya pelaksanaannya membengkak, daripada menambah tekanan fiskal negara.
Dari 63 responden, sebanyak 73% memilih memperlambat perluasan program, 71% mendukung pengurangan jumlah penerima manfaat, dan 54% bahkan menyetujui penghentian MBG jika kebutuhan anggarannya meningkat signifikan.
Polda Riau Bongkar Peredaran 46,9 Kg Sabu dari Malaysia, Prajurit TNI Aktif Jadi Tersangka
Sementara itu, hanya 3% responden yang mendukung pelebaran defisit fiskal untuk menopang program tersebut. Survei ini juga mengungkapkan keraguan para ekonom terhadap efektivitas kebijakan fiskal pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi, dengan skor rata-rata minus 0,60.
“Para ekonom menunjukkan preferensi yang jelas untuk menyesuaikan skala Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dibandingkan meningkatkan komitmen anggaran apabila biaya pelaksanaannya jauh melebihi perkiraan saat ini,” tulis laporan survei tersebut, dikutip.
Meski demikian, sebagian ekonom masih bersedia menerima defisit fiskal yang lebih lebar, inflasi sedikit lebih tinggi, dan pelemahan rupiah demi mendorong pertumbuhan ekonomi. Hasil ini mencerminkan preferensi para ekonom yang disurvei, bukan keputusan resmi pemerintah mengenai kelanjutan program MBG.








