Koma.id, Jakarta – Kaukus Muda Indonesia (KMI) menilai pengungkapan penyelundupan 1,16 ton ketamin oleh Kapolri Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto sebagai capaian luar biasa yang berdampak langsung pada keselamatan jutaan warga. Operasi di perairan Tanjung Balai Asahan itu tidak hanya menggagalkan peredaran narkoba senilai Rp3,48 triliun, tetapi juga mencegah kerugian negara hingga Rp116 triliun.
Dalam konferensi pers di Pelabuhan Belawan, Suyudi menyebut penyitaan ini sebagai rekor. Dengan asumsi satu gram ketamin dapat disalahgunakan lima orang, barang bukti tersebut berpotensi menghancurkan 5,8 juta jiwa. “Penyelamatan 5,8 juta jiwa dan pencegahan kerugian hingga ratusan triliun menegaskan bahwa negara selalu hadir,” ujarnya, Jumat (23/10/2026).
Operasi ini melibatkan tim gabungan Bareskrim Polri, BNN, Bea Cukai, Polair Baharkam, dan Puspom TNI. Pengintaian berlangsung tiga bulan. Para pelaku sempat mengganti nama kapal berbendera Mongolia itu untuk mengelabui petugas. Dari 58 karung ketamin, delapan orang diamankan, terdiri dari tujuh WNI dan satu warga negara asing asal Tiongkok.
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp18.080 per Dolar AS, Tertekan Sentimen Geopolitik dan Penguatan Dolar
Ketua Umum KMI, Edi Homaidi, menyatakan apresiasi setinggi-tingginya. Menurutnya, langkah Kapolri menunjukkan konsistensi yang jarang ditemui. “Ini pembuktian, bukan retorika. Kapolri baru sebulan lebih memimpin, tetapi hasilnya sudah terasa. 5,8 juta nyawa itu bukan angka. Itu anak-anak kita, adik-adik kita, masa depan bangsa,” kata Edi.
KMI mencatat rekam jejak Suyudi sebelum menjabat Kapolri. Sebagai Kepala BNN, ia pernah menggagalkan penyelundupan dua ton sabu dan menyelamatkan delapan juta jiwa. Pola yang sama terlihat kembali: operasi senyap, skala besar, dan dampak yang terukur. Bagi KMI, ini menunjukkan bahwa pemberantasan narkoba bukan sekadar prioritas seremonial.
Meski demikian, Edi mengingatkan agar keberhasilan ini tidak berhenti pada satu kapal. Jaringan sindikat internasional, menurutnya, pasti lebih luas. Bandar dan pihak yang melindungi harus ikut dibongkar. “Jangan sampai 5,8 juta nyawa ini hanya menjadi angka di berita, lalu dilupakan besok pagi. Bongkar sampai akar,” tegasnya.
KMI berkomitmen mengawal kebijakan pemberantasan narkoba di bawah kepemimpinan Suyudi. Generasi muda, kata Edi, adalah pihak paling berkepentingan agar negeri ini bebas dari narkoba. “Kami percaya ini awal, bukan akhir. Kami akan ada di sini, memastikan api yang baru menyala ini tidak padam oleh kepentingan,” pungkasnya.














