Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Nasional

Mutasi Tiga Kali dan Gerebek Kampung Ambon, KMI Sebut Awal Kepemimpinan Kapolri Suyudi Menjanjikan

×

Mutasi Tiga Kali dan Gerebek Kampung Ambon, KMI Sebut Awal Kepemimpinan Kapolri Suyudi Menjanjikan

Sebarkan artikel ini
Cuplikan Layar 2026 10 19 210032
Kapolri Suyudi Ario Seto di Istana Negara Jakarta.

Koma.id, Jakarta – Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto belum genap sebulan memimpin Polri. Namun arah baru institusi Bhayangkara mulai terlihat. Sejak dilantik pada 1 Oktober 2026, Suyudi tidak hanya berbicara tentang slogan “Polisi Bersama Masyarakat”—ia mulai membuktikannya melalui serangkaian gebrakan di lapangan.

Di awal kepemimpinannya, Suyudi melakukan tiga kali mutasi besar di tubuh Polri. Langkah ini bukan sekadar rotasi jabatan, tetapi sinyal bahwa ia serius merapikan internal organisasi. Mutasi menyasar sejumlah posisi strategis, termasuk di lingkungan Bareskrim dan Polda-polda besar. Komisi III DPR RI menilai langkah ini sebagai bagian dari upaya memperbaiki pelayanan Polri ke arah yang lebih baik.

Silakan gulirkan ke bawah

Yang paling mencuri perhatian adalah penggerebekan sarang narkoba di berbagai daerah. Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri bersama Polda Metro Jaya menggerebek Kampung Ambon dan Kampung Boncos, Jakarta Barat, pada Jumat (9/10/2026). Sebanyak 700 personel gabungan dari Brimob, Sabhara, Tim Perintis, Propam, BNN, TNI, hingga Satpol PP dikerahkan. Dari operasi itu, 24 orang diamankan.

Operasi serupa digelar serentak di seluruh Indonesia. Polda Jateng menyita ribuan butir pil Yarindo, sabu, dan ganja. Polda NTB menggerebek sebuah rumah di Mataram dan menyita 51,58 gram sabu yang ditanam di bawah kandang ayam. Polrestabes Bandung mengerahkan 300 personel ke kawasan Andir dan menangkap 21 orang positif sabu. Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol. Kristian Parluhutan Siagian menegaskan bahwa operasi ini bukan sekadar penangkapan di lapangan, tetapi untuk memutus mata rantai peredaran narkoba hingga ke aktor utamanya.

Ketua Umum Kaukus Muda Indonesia (KMI), Edi Homaidi, menilai gebrakan awal Suyudi sebagai fase yang mulai menunjukkan arah. “Kami melihat keseriusan yang berbeda. Kapolri tidak hanya berbicara, tapi langsung bergerak. Mutasi dan penggerebekan narkoba adalah bukti bahwa slogan ‘Polisi Bersama Masyarakat’ bukan sekadar retorika,” ujar Edi kepada wartawan, Kamis (22/10/2026).

KMI mencatat bahwa gebrakan Suyudi mendapat respons positif dari berbagai pihak. Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, menyebut penggerebekan Kampung Ambon sebagai “penggerebekan terbaik dalam sejarah pemberantasan narkoba.” PBNU melalui Wakil Ketua Umum Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyatakan dukungan penuh terhadap langkah tegas Kapolri. Sementara itu, IPW mengingatkan bahwa mutasi besar-besaran berpotensi memicu gesekan internal, namun KMI menilai hal itu sebagai risiko yang wajar dalam proses pembenahan.

Edi Homaidi menegaskan bahwa apa yang sudah dicapai hanyalah awal. “Kami mengapresiasi apa yang sudah dicapai. Tapi kami juga mengingatkan, jangan berhenti di Kampung Ambon. Bandar besar, jaringan internasional, dan beking di internal harus ikut dibongkar. Masyarakat menunggu bukti berkelanjutan, bukan hanya operasi sehari,” tegasnya.

KMI berkomitmen untuk terus mengawal kepemimpinan Suyudi. Generasi muda, kata Edi, adalah pihak yang paling berkepentingan agar Polri benar-benar menjadi sahabat masyarakat—bukan sekadar slogan di spanduk, tetapi kenyataan yang dirasakan di lapangan.

“Kami tidak menuntut Polri menjadi sempurna. Kami hanya menuntut keberanian untuk terus membenahi diri. Dan awal kepemimpinan ini adalah titik tolak yang baik. Mari kita kawal bersama,” pungkas Edi.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.