Koma.id– Terkait evaluasi dua tahun kepemimpinan pada 20 Oktober 2026, istana menegaskan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tetap berfokus menjalankan program strategis dan transformasi jangka panjang.
Pemerintah menyatakan tidak menjadikan tingkat kepuasan publik atau approval rating sebagai tujuan utama, melainkan menjadikannya bahan evaluasi untuk meningkatkan pelaksanaan kebijakan.
“Kita bekerja berdasarkan keyakinan dan program yang kita susun, bukan untuk mengejar approval rating. Kalau approval rating-nya bagus, alhamdulillah. Kalau approval rating-nya kurang bagus, jadikan itu evaluasi,” kata Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi, Hasan Nasbi, dikutip.
Ia mengibaratkan transformasi struktural bangsa seperti pembangunan jalan layang yang dalam proses pengerjaannya dapat menimbulkan perdebatan dan ketidaknyamanan sementara. Namun, menurut Hasan, proses tersebut merupakan bagian dari upaya membangun fondasi yang dibutuhkan untuk masa depan Indonesia.
“Tapi, kita bekerja berdasarkan keyakinan dan perencanaan yang sudah kita punya,” pungkasnya.








