Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
BeritaInternasionalNasional

KBRI Paris Terus Pantau Situasi, WNI Diminta Tetap Tenang

×

KBRI Paris Terus Pantau Situasi, WNI Diminta Tetap Tenang

Sebarkan artikel ini
Demo Prancis

Koma.id – Gelombang demonstrasi yang berlangsung di sejumlah kota di Prancis tidak hanya berdampak pada aktivitas masyarakat setempat, tetapi juga menjadi perhatian warga negara asing, termasuk warga negara Indonesia (WNI). Menyikapi situasi tersebut, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Paris mengimbau seluruh WNI untuk meningkatkan kewaspadaan dan terus memantau perkembangan keamanan di wilayah masing-masing.

Direktur Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri RI, Heni Hamidah, mengatakan KBRI Paris terus memonitor situasi pascademonstrasi yang terjadi pada 17 Oktober 2026. Hingga saat ini, tidak ada laporan WNI yang terlibat maupun terdampak langsung dalam aksi tersebut.

Silakan gulirkan ke bawah

Meski demikian, demonstrasi yang berlangsung dalam beberapa pekan terakhir telah memengaruhi aktivitas sehari-hari masyarakat. Sejumlah layanan transportasi umum mengalami gangguan, jadwal sekolah berubah, dan kemacetan terjadi di beberapa wilayah.

“KBRI Paris telah menyampaikan imbauan kepada seluruh WNI agar senantiasa berhati-hati dan mencermati perkembangan situasi keamanan,” ujar Heni.

KBRI juga mengingatkan WNI untuk menghindari lokasi demonstrasi serta menyesuaikan rencana perjalanan apabila terjadi penutupan jalan atau pengalihan arus lalu lintas. Warga Indonesia diminta selalu mengutamakan informasi resmi yang dikeluarkan otoritas setempat.

Bagi WNI yang membutuhkan bantuan atau menghadapi kondisi darurat, KBRI Paris membuka layanan hotline yang dapat dihubungi selama 24 jam.

Di balik hiruk-pikuk demonstrasi, kehidupan masyarakat Prancis masih berjalan seperti biasa. Namun, suasana kewaspadaan terasa lebih tinggi, terutama di kota-kota besar yang menjadi pusat aksi massa.

Demonstrasi pelajar yang dimulai sejak pertengahan September itu pada awalnya dipicu tuntutan peningkatan anggaran pendidikan, penambahan tenaga pengajar, serta perbaikan sistem seleksi masuk perguruan tinggi. Dalam perkembangannya, sebagian aksi berujung kericuhan dan penjarahan di sejumlah wilayah.

Pemerintah Prancis mulai merespons tuntutan tersebut dengan meninjau sejumlah kebijakan pendidikan, termasuk mekanisme penerimaan mahasiswa melalui platform Parcoursup. Namun, aksi protes masih terus berlangsung di beberapa kota.

KBRI Paris memastikan akan terus menjaga komunikasi dengan WNI di wilayah kerja mereka dan memperbarui informasi apabila terjadi perkembangan situasi yang signifikan.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.