Koma.id- Dai muda Ustadz Abdul Malik Hamzah menyampaikan ucapan selamat kepada Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto yang resmi menjabat sebagai Kapolri. Bersama jamaah Majelis eRTe (Raudhah Taubah), Abdul Malik menyatakan dukungan sekaligus mendoakan Suyudi agar mampu menjalankan amanah sebagai pimpinan tertinggi Polri.
Abdul Malik berharap kepemimpinan Suyudi dapat membawa perubahan positif, terutama dalam penegakan hukum dan pemberantasan korupsi. Menurutnya, aparat harus menjalankan tugas dengan ketegasan, kejujuran, serta mengutamakan kepentingan negara dan masyarakat.
“Semoga Allah SWT memberikan kemudahan atas amanah yang diberikan oleh Negara Republik Indonesia agar Indonesia lebih maju, lebih baik lagi dan bersih dari para koruptor,” kata Abdul Malik.
Ia juga berharap Polri di bawah kepemimpinan Suyudi mampu menegakkan hukum secara adil serta tidak memberikan ruang bagi pihak yang menyalahgunakan kewenangan. Abdul Malik menilai keberadaan aparat harus memberikan manfaat dan perlindungan bagi masyarakat.
“Harus dengan sepenuh hati menegakkan hukum di Republik Indonesia ini dengan ketegasan, jangan sampai ada lagi yang memanfaatkan, tetapi memberikan manfaat untuk negara,” ujarnya.
Harapan tersebut sejalan dengan sejumlah agenda pembenahan yang disampaikan Suyudi dalam uji kelayakan dan kepatutan di Komisi III DPR RI pada 1 Oktober 2026. Suyudi memaparkan enam program prioritas transformasi Polri, antara lain penguatan kelembagaan, pembinaan SDM dan rekrutmen, pelayanan publik, penegakan hukum, pengawasan, serta akuntabilitas anggaran.
Dalam pembenahan internal, Suyudi menegaskan sistem meritokrasi dan rekam integritas harus menjadi dasar pengelolaan SDM Polri. Ia juga menyatakan tidak boleh ada praktik titipan, transaksi, maupun sponsorship dalam rekrutmen dan pengembangan karier anggota.
Suyudi juga menyatakan akan turun langsung ke lapangan untuk melihat persoalan yang dihadapi anggota dan masyarakat. Menurutnya, langkah tersebut diperlukan agar keputusan yang diambil tidak berhenti pada instruksi, tetapi dapat dipastikan pelaksanaannya.
Dalam agenda penegakan hukum, Suyudi juga menekankan bahwa tindakan tegas harus tetap berjalan dalam koridor hukum. Ia melarang anggota Polri melakukan pemerasan, menerima suap, merekayasa perkara, menjadi beking kegiatan ilegal, maupun menggunakan kekerasan secara sewenang-wenang.
Sementara itu, Abdul Malik berharap prinsip keadilan benar-benar menjadi dasar dalam pelaksanaan tugas Polri. Ia juga meminta Kapolri tetap dekat dengan masyarakat karena rakyat membutuhkan perlindungan dan kepastian hukum.
“Semoga amanah yang dipikul oleh Kapolri menjadi mudah dan tetap bersama rakyat, karena rakyat butuh perlindungan,” kata Abdul Malik.
Abdul Malik bersama jamaah Majelis eRTe turut mendoakan agar Suyudi diberikan kesehatan, perlindungan, serta kemudahan dalam menjalankan tugas. Ia berharap setiap pelanggaran dapat diproses secara adil tanpa membedakan besar maupun kecilnya kesalahan.
“Tanamkan keadilan seadil-adilnya,” tegas Abdul Malik.








