Koma.id, Lampung – Karya sinematik bertajuk “Ageman” buatan pemuda-pemudi Lampung kian membumbung tinggi di panggung nasional.
Film edukasi yang mengangkat kisah nyata transformasi mantan aktivis radikal Ken Setiawan ini tak hanya memikat penikmat film lokal, tetapi juga memetik dukungan hangat dari organisasi keagamaan dan penghayat kepercayaan di tanah air.
Apresiasi dan dukungan penuh kali ini mengalir dari Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Himpunan Penghayat Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa (DPP HPK), Dr. Ir. Hadi Prajoko, S.H., M.H.
Menurutnya, pesan keharmonian dan kearifan luhur budaya Nusantara yang dibawakan Ageman hadir di momentum yang sangat tepat.
Melalui saluran telepon, Hadi Prajoko mengungkapkan bahwa media visual seperti film memiliki kekuatan emosional yang amat besar untuk menyentuh relung hati masyarakat luas, terutama generasi muda yang mulai lupa akan nilai sesanti gotong royong.
“Kami dari DPP HPK mengapresiasi dan mendukung penuh karya-karya kreatif yang berani mengangkat indahnya toleransi.
Film ini bukan sekadar hiburan, melainkan refleksi nyata dari fondasi kebangsaan kita yang sempat terkoyak akibat radikalisme spiritual. Penting bagi kita untuk terus mempertahankan ideologi luhur Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika,” ujar Hadi.
Berdasarkan data Direktorat Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Masyarakat Adat, saat ini tercatat ada sekitar 187 organisasi penghayat tingkat pusat dengan ribuan cabang di berbagai daerah, yang menaungi sekitar 12 juta penganut di seluruh Indonesia.
Bagi Hadi, kehadiran Ageman menjadi ruang dialog inklusif yang mampu menjembatani perbedaan di tengah keberagaman jutaan penganut kepercayaan dan umat beragama di Indonesia.
Ia menekankan bahwa toleransi bukanlah tujuan akhir, melainkan sebuah jalan menuju harmonisasi sosial yang sejati. Nilai-nilai perdamaian, kemanusiaan, serta saling menghormati harus terus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, bahkan menjadi landasan sikap kebangsaan.
“Hanya melalui ruang-ruang dialog, karya film, dan langkah nyata yang inklusif termasuk lewat layar film prasangka antar kelompok dapat dikikis. Anak-anak muda perlu diajak mencerna pesan-pesan perdamaian ini dengan cara yang menyenangkan dan membekas,” lanjutnya.
DPP HPK pun berharap film Ageman dapat diputar secara masif di jaringan bioskop nasional maupun pemutaran komunitas di berbagai daerah demi mengedukasi masyarakat luas secara berkelanjutan.
Di akhir pernyataannya, Dr. Hadi Prajoko mengajak seluruh elemen masyarakat dan generasi muda untuk berbondong-bondong menyaksikan serta mendiskusikan film karya anak bangsa ini.
“Mendukung film Ageman yang bertema toleransi sama artinya dengan ikut serta merawat dan membentengi Pancasila serta keberagaman yang menjadi kekayaan hakiki bangsa Indonesia,” pungkas Hadi.














