Koma.id– Joko Widodo (Jokowi) menyebut Partai Solidaritas Indonesia (PSI), meski tergolong partai baru, kini mulai membuat banyak pihak merasa takut dan yakin PSI akan menjadi partai besar di masa depan.
“Meskipun PSI ini partai baru, tetapi sekarang ini sudah banyak yang ketakutan. Wong (orang) sama partai baru aja kok takut,” ucap Jokowi saat Rakorda DPD PSI Kota Bandung, dikutip.
Sementara itu, Direktur Eksekutif Lingkar Madani, Ray Rangkuti, menafsirkan pernyataan itu sebagai sinyal kemungkinan renggangnya hubungan politik Jokowi dengan Presiden Prabowo Subianto, yang menurutnya dapat menjadi perpisahan politik menjelang Pemilu 2029.
“Kalau dilihat dari sudut pandang lain, bisa dikatakan pernyataan itu adalah deklarasi kecil-kecilan Jokowi yang menyatakan siap berpisah dengan Pak Prabowo,” kata Ray Rangkuti, dikutip.
Ray juga mengaitkan pernyataan Jokowi soal ambang batas parlemen hingga 8 persen dengan potensi perebutan suara dari partai-partai menengah seperti PAN, Demokrat, PKS, dan PKB, sementara PDIP dinilai memiliki basis suara yang lebih besar. Namun, tafsir tersebut merupakan analisis Ray Rangkuti, bukan pernyataan langsung Jokowi mengenai Prabowo atau partai-partai tertentu.
“Jadi, target kata ‘hati-hati’ Jokowi itu kalau diarahkan ke individu adalah Prabowo, sebab Gibran bisa maju sendiri. Lalu kalau diarahkan ke partai, maka itu artinya ke PAN, Demokrat, atau PKB,” pungkasnya.








