Koma.id– Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI Syahrul Aidi mengecam keras terhadap langkah Perdana Menteri Kepulauan Solomon Matthew Cooper Wale mengangkat isu West Papua dalam Sidang Umum PBB ke-81. Sebab, pembahasan isu tersebut di forum internasional tanpa konteks yang lengkap berisiko mengganggu hubungan Indonesia dengan negara-negara kawasan Pasifik serta mengabaikan prinsip penghormatan atas kedaulatan negara.
“Kami mengecam pengangkatan isu West Papua secara sepihak di forum PBB. Persoalan Papua adalah bagian dari kedaulatan Indonesia dan tidak semestinya terus dijadikan komoditas politik di forum internasional,” tegas Anggota Komisi I Fraksi PKS DPR ini dalam keterangan tertulis, Minggu (27/9/2026).
Koalisi Sipil Desak Pemerintah Buka Fakta Lengkap Terkait Kematian ASN di Latsarmil Komcad
Syahrul menegaskan Indonesia tetap terbuka terhadap kritik dan dialog menyangkut pembangunan, hak asasi manusia, serta kesejahteraan masyarakat di Papua. Namun, pembahasan itu harus didasarkan pada fakta, data yang terverifikasi, serta penghormatan terhadap hukum internasional dan kedaulatan Indonesia.
“Jika ada persoalan HAM atau pembangunan di Papua, mari kita bahas dengan data dan mekanisme dialog yang konstruktif. Jangan membangun narasi sepihak yang berpotensi mendeligitimasi Indonesia,” ujarnya.
Dia juga meminta pemerintah memperkuat diplomasi Indonesia di kawasan Pasifik.
Ia juga mendesak pemerintah untuk memperkuat jejaring diplomasi Indonesia di kawasan Pasifik.
BKSAP DPR menegaskan komitmennya untuk memperkokoh kerja sama parlemen dengan negara-negara Pasifik, sekaligus menjaga kepentingan nasional, kedaulatan, serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.








