Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
HeadlineNasional

Jasad ABK Arupadhatu I Ditemukan, PFI Desak Operasi SAR Dibuka Kembali

×

Jasad ABK Arupadhatu I Ditemukan, PFI Desak Operasi SAR Dibuka Kembali

Sebarkan artikel ini
Img 20260923 Wa0008
Ketua Umum Pewarta Foto Indonesia (PFI) Pusat, Dwi Pambudo. (Foto: Dok. Pewarta Foto Indonesia)

Koma.id – Pewarta Foto Indonesia (PFI) Pusat mendesak Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) bersama tim SAR gabungan TNI/Polri membuka kembali operasi pencarian terhadap lima jurnalis dan dua kru kapal Arupadhatu I yang masih hilang di perairan Selat Sunda.

Desakan tersebut disampaikan PFI setelah hasil uji DNA memastikan jasad pria yang ditemukan di perairan Pulau Enggano, Bengkulu, merupakan Surakman (60), salah satu anak buah kapal (ABK) speedboat Arupadhatu I yang membawa rombongan lima jurnalis saat hendak meliput erupsi Gunung Anak Krakatau.

Silakan gulirkan ke bawah

Kapolda Banten Irjen Pol Hengki sebelumnya mengonfirmasi hasil identifikasi tersebut. Pemeriksaan DVI Pusdokkes Polri menunjukkan jasad yang ditemukan di Enggano identik dengan data DNA keluarga Surakman.

Ketua Umum PFI Pusat Dwi Pambudo menyampaikan duka cita kepada keluarga Surakman. Namun, menurutnya, penemuan jasad tersebut juga menjadi petunjuk penting dalam upaya mengetahui keberadaan rombongan Arupadhatu I.

“Penemuan jasad salah satu kru kapal ini merupakan bukti autentik pertama sejak hilangnya rombongan. Ini mematahkan segala spekulasi dan menjadi petunjuk arah baru mengenai keberadaan kapal serta para penyintas (survivor) lainnya,” ujar Dwi dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (23/9/2026).

PFI meminta Basarnas dan tim SAR gabungan segera melakukan pemetaan serta penyisiran ulang dengan menjadikan lokasi ditemukannya jasad Surakman sebagai salah satu titik penting pencarian.

PFI juga meminta penyisiran dilakukan secara intensif di sekitar lokasi penemuan jasad hingga jalur perairan yang mengarah dari Selat Sunda menuju Pulau Enggano.

Menurut PFI, temuan tersebut dapat menjadi petunjuk baru untuk memperkirakan arah pergerakan korban maupun kapal. Karena itu, organisasi pewarta foto tersebut meminta operasi pencarian tidak berhenti pada penemuan satu korban.

PFI mengingatkan kembali komitmen otoritas SAR ketika operasi pencarian resmi dihentikan pada hari ke-10, 17 September 2026. Saat itu, operasi dinyatakan dapat dibuka kembali apabila ditemukan petunjuk atau tanda-tanda baru mengenai keberadaan para korban.

“Harapan kami dan pihak keluarga sama sekali belum padam. Kami meminta negara hadir secara maksimal untuk melacak keberadaan 5 rekan jurnalis kami dan 2 kru kapal lainnya yang masih berstatus hilang. Waktu sangat berharga, dan setiap detiknya berarti bagi keselamatan mereka,” tegas Dwi.

Jasad Ditemukan di Pulau Enggano

Jasad pria tanpa identitas tersebut ditemukan pada Sabtu (12/9/2026) di perairan Sawang Bengkok, Desa Kahyapu, Kecamatan Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara.

Setelah ditemukan, proses identifikasi dilakukan melalui mekanisme Disaster Victim Identification (DVI). Polda Banten kemudian mengumpulkan data antemortem dari keluarga delapan orang yang hilang untuk dicocokkan dengan jasad yang ditemukan di Enggano.

Hasil pemeriksaan DNA akhirnya memastikan jasad tersebut merupakan Surakman, ABK Arupadhatu I.

Temuan tersebut menjadi petunjuk fisik pertama yang terkonfirmasi sejak rombongan Arupadhatu I hilang kontak pada 7 September 2026.

Rombongan berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, sekitar pukul 14.00 WIB untuk menuju kawasan Gunung Anak Krakatau. Mereka terdiri dari lima jurnalis dan tiga kru kapal.

Lima jurnalis tersebut yakni Muhammad Bagus Khoirunnas dari LKBN Antara, Yudistiro Pranoto dari iNews, Donal Husni sebagai jurnalis lepas, Arie Basuki dari Merdeka.com, serta Firdaus Wajidi dari Anadolu Agency.

Sedangkan tiga kru kapal yakni Warta sebagai kapten, Surakman sebagai ABK, dan Heriyanto sebagai pemandu.

Dengan teridentifikasinya Surakman, masih terdapat tujuh orang lainnya yang belum diketahui keberadaannya, terdiri dari lima jurnalis, kapten kapal Warta, dan pemandu Heriyanto.

PFI Dampingi Keluarga Korban

PFI Pusat menyatakan akan terus mendampingi keluarga kelima jurnalis yang masih hilang, yakni Yudistiro Pranoto, Donal Husni, Arie Basuki, Firdaus Wajidi, dan Muhammad Bagus Khoirunnas.

PFI juga menyatakan akan mengawal proses pencarian hingga seluruh anggota rombongan mendapatkan kepastian mengenai keberadaan mereka.

Bagi PFI, penemuan Surakman tidak hanya menjadi kepastian bagi keluarganya, tetapi juga menjadi informasi baru bagi upaya pencarian tujuh anggota rombongan lainnya yang hingga kini masih belum ditemukan.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.