Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Nasional

Presiden Prabowo Tegaskan RI Tak Berpihak Blok Mana Pun: Kami Hormati Semua Kekuatan

×

Presiden Prabowo Tegaskan RI Tak Berpihak Blok Mana Pun: Kami Hormati Semua Kekuatan

Sebarkan artikel ini
Presiden Prabowo Tegaskan RI Tak Berpihak Blok Mana Pun: Kami Hormati Semua Kekuatan
Presiden RI Prabowo Subianto. (Foto: Koma.id / Andry Novelino)

Koma.id – Presiden Prabowo Subianto menegaskan Indonesia tidak berpihak kepada blok kekuatan mana pun di tengah situasi geopolitik global yang semakin terfragmentasi. Indonesia tetap memegang prinsip nonblok dan membuka ruang kerja sama dengan seluruh negara, termasuk kekuatan-kekuatan besar dunia.

Penegasan tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat menjadi tamu kehormatan utama dalam Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Far Eastern Federal University (FEFU), Vladivostok, Rusia, Kamis (3/9/2026). Presiden Prabowo hadir atas undangan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Silakan gulirkan ke bawah

Dalam sesi tersebut, Presiden Prabowo menegaskan keterbukaan Indonesia kepada berbagai negara bukan berarti Jakarta memilih salah satu kelompok untuk menghadapi kelompok lainnya.

“Indonesia telah sangat terbuka selama beberapa dekade. Kami terbuka mengenai kebijakan-kebijakan kami. Kami selalu mengatakan bahwa kami ingin memiliki hubungan terbaik dengan semua negara, dengan semua kekuatan besar,” kata Presiden Prabowo.

Menurutnya, Indonesia secara tradisional menjalankan politik luar negeri nonblok dan tidak tergabung dalam aliansi militer mana pun.

“Kami, berdasarkan tradisi, kami nonblok. Seperti yang saya katakan, kami tidak tergabung dalam aliansi militer mana pun. Kami menghormati semua kekuatan,” tegasnya.

Tak Bekerja Sama untuk Hadapi Kelompok Lain

Presiden Prabowo mengatakan prinsip tersebut juga berlaku dalam hubungan ekonomi Indonesia dengan negara-negara lain.

Indonesia, kata dia, tetap independen secara ekonomi dan terbuka untuk bekerja sama dengan seluruh sahabat serta negara yang memiliki kepentingan untuk membangun hubungan perdagangan.

“Secara ekonomi, kami juga independen, dan kami ingin bekerja sama dengan semua sahabat kami. Kami ingin bekerja sama dengan semua negara,” ujarnya.

Presiden Prabowo menegaskan Indonesia menawarkan hubungan perdagangan yang adil kepada seluruh mitranya. Namun, keterbukaan tersebut tidak akan digunakan untuk membangun kerja sama yang ditujukan menghadapi kepentingan negara atau kelompok lain.

“Kami tidak akan bekerja sama dengan satu kelompok untuk melawan kepentingan kelompok lain. Kami akan memperlakukan semua orang yang ingin datang ke Indonesia secara adil,” kata Presiden Prabowo.

Ia juga memastikan Indonesia tidak ingin menggunakan kerja sama ekonomi maupun hubungan internasional untuk mengancam pihak mana pun.

“Kami tidak ingin mengancam siapa pun. Jadi, itulah posisi kami,” imbuhnya.

Presiden Prabowo Soroti Dunia yang Terfragmentasi

Pernyataan mengenai posisi nonblok tersebut disampaikan Presiden Prabowo di tengah situasi global yang menurutnya semakin terfragmentasi.

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo mengatakan perdagangan, rantai pasok, dan sektor keuangan dunia kini menghadapi berbagai tekanan akibat meningkatnya ketidakpercayaan antarnegara.

“Kita bertemu di saat yang penuh tantangan. Saat ini, perdagangan kerap dijadikan senjata, rantai pasok dibentuk ulang oleh rasa saling curiga, dan sektor keuangan terkotak-kotak secara geografis,” ujar Presiden Prabowo.

Karena itu, menurut Presiden Prabowo, Indonesia mendorong pembangunan “jembatan” kerja sama antarnegara, baik dalam bidang pangan, energi, ilmu pengetahuan, logistik maupun perdagangan.

Pendekatan tersebut dinilai sejalan dengan posisi Indonesia yang tidak ingin terjebak dalam persaingan atau rivalitas antarkekuatan besar.

Perkuat Hubungan Ekonomi dengan Rusia

Di sisi lain, kehadiran Presiden Prabowo di Rusia juga dimanfaatkan untuk memperkuat hubungan ekonomi Indonesia-Rusia.

Presiden Prabowo menilai Indonesia memiliki peluang besar untuk meningkatkan perdagangan dan investasi dengan Rusia serta kawasan Eurasia.

Nilai perdagangan bilateral Indonesia dan Rusia pada 2025 disebut mendekati US$5 miliar, meningkat 21,7 persen dibandingkan 2024 dan 33,7 persen dibandingkan 2023.

Presiden Prabowo menilai angka tersebut masih dapat ditingkatkan. Ia bahkan mendorong target penggandaan nilai perdagangan bilateral dalam periode peninjauan pertama Perjanjian Perdagangan Bebas Indonesia-Eurasian Economic Union (EAEU).

“Capaian ini baru permulaan, bukan batas tertinggi,” ujar Presiden Prabowo.

Indonesia dan EAEU juga telah menandatangani perjanjian perdagangan bebas pada Desember 2025. Pemerintah Indonesia telah menyelesaikan proses ratifikasi dan menargetkan perjanjian tersebut dapat segera dimanfaatkan setelah prosedur internal negara-negara anggota EAEU rampung.

Pasifik Disebut Bukan Pemisah

Presiden Prabowo juga menilai posisi geografis Indonesia dan Rusia, khususnya kawasan Timur Jauh Rusia, membuka peluang kerja sama ekonomi yang lebih besar.

Ia mengatakan Indonesia yang berada di antara Samudra Hindia dan Pasifik dapat menjadi penghubung antara kawasan Asia Tenggara dan Eurasia.

“Samudra Pasifik tidak memisahkan kita. Samudra Pasifik menghubungkan kita. Ia bukanlah tembok di antara kita. Ia harus menjadi jalan raya antara dua perekonomian kita,” ujar Presiden Prabowo.

Dalam pertemuan bilateral dengan Putin di sela-sela EEF, kedua negara juga membahas penguatan hubungan strategis dan kerja sama ekonomi. Putin menyebut Indonesia sebagai salah satu mitra kunci Rusia di kawasan Asia Pasifik.

Dengan demikian, di tengah meningkatnya persaingan geopolitik global, Presiden Prabowo menegaskan Indonesia akan tetap mempertahankan posisi bebas dan tidak bergabung dengan aliansi militer mana pun, sembari membuka kerja sama ekonomi dan diplomatik dengan seluruh kekuatan dunia.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.