Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
BeritaDaerahRagam

Rano Karno Nostalgia di TIM, Planetarium Jadi Magnet Baru

×

Rano Karno Nostalgia di TIM, Planetarium Jadi Magnet Baru

Sebarkan artikel ini
Rano Karno Wagub Dki Jakara

Koma.id | Jakarta – Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menghadiri pertunjukan teater Sekolah Seni Yonif berjudul Putri Lopian, Bunga Belantara Dairi di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, Minggu (30/08). Dalam sambutannya, Rano mengenang masa remajanya saat pertama kali tampil di panggung TIM.

“Waktu saya melihat penampilan kalian, teringat sekali pada waktu itu, saat saya usia 13 tahun saya bermain di panggung ini. Saya mulai di film pada tahun 70, kira-kira umur saya 11 tahun,” ujarnya.

Silakan gulirkan ke bawah

Rano meminta para seniman muda menyiapkan pementasan bertema sejarah Jakarta 500 tahun pada 2027. Ia menyinggung peristiwa 1740 yang dikenal sebagai tragedi Kali Angke.

“Itulah pertama kali genosida, saudara kita Cina, perang dengan Belanda, yang dibantu oleh pribumi. Itulah cikal bakal yang disebut ada yang namanya Kali Angke,” kata Rano.

Ia berjanji Pemprov DKI akan mendukung pembiayaan produksi teater tersebut. “Yang pasti nanti ibu Dewi dan Pemda DKI akan membantu pembiayaannya. Mudah-mudahan dunia teater, dunia drama di Jakarta ini meningkat,” tambahnya.

Rano menilai kegiatan seni di TIM semakin menggeliat. Ia menyebut Pemprov DKI berencana membangun bioskop di kawasan TIM sebagai bagian dari ekosistem perfilman Jakarta.

“Karena ini nanti menjadi ekosistem perfilman Jakarta. Di sini dulu pernah ada bioskop, tapi begitu ada revitalisasi, bioskopnya nggak sempat dibuat. Makanya kita harus punya bioskop,” tegasnya.

Selain teater, Planetarium Jakarta yang berada di kompleks TIM juga kembali menjadi magnet bagi warga. Setelah revitalisasi, tempat ini resmi dibuka kembali pada Desember 2025. Antusiasme masyarakat sangat tinggi, tiket pertunjukan kerap habis terjual secara daring.

Pengunjung kini bisa membeli tiket langsung di loket dengan sistem antrean kupon. Harga tiket Rp10.000 dibayar non-tunai melalui QRIS. Kursi penonton ditata seperti bioskop dengan posisi rebah agar nyaman menyaksikan pertunjukan di bawah kubah.

Pertunjukan imersif membawa penonton seolah berada di dalam roket menuju luar angkasa. Meski menarik di awal, sebagian pengunjung menilai penjelasan astronomi yang panjang membuat pertunjukan terasa monoton.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.