Jakarta – Inisiator Gerakan Nurani Kebangsaan (GNK), Habib Syakur Ali Mahdi, mengajak mahasiswa, termasuk BEM UI, untuk mempertimbangkan mengalihkan energi aksi yang telah direncanakan menjadi gerakan kemanusiaan untuk membantu masyarakat terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Menurut Habib Syakur, demonstrasi merupakan bagian dari demokrasi dan mahasiswa memiliki hak untuk menyampaikan kritik. Namun, ketika saudara sebangsa sedang menghadapi bencana, menurut dia, ada pilihan aksi yang manfaatnya bisa langsung dirasakan masyarakat.
“Saya kira energi teman-teman mahasiswa itu luar biasa. Kalau energi sebesar itu diarahkan untuk membantu saudara kita di NTT, dampaknya akan sangat besar,” ujar Habib Syakur, hari ini.
Roadshow Kebangsaan di Lampung, Ken Setiawan Ungkap Ancaman Paham Ekstrem di Kalangan Anak
Ia mengusulkan agar aksi mahasiswa tidak hanya berhenti di depan gedung pemerintahan atau di jalan, tetapi turun langsung ke lapangan membantu masyarakat.
Mulai dari menggalang donasi, mengumpulkan logistik, menjadi relawan, membantu distribusi bantuan, hingga ikut mengawal agar bantuan benar-benar sampai kepada korban.
“Tidak perlu kehilangan sikap kritis. Tetapi untuk saat ini, mari kita tunjukkan bahwa mahasiswa bukan hanya bisa menyuarakan penderitaan rakyat, tetapi juga bisa hadir langsung membantu rakyat,” katanya.
Habib Syakur menilai aksi kemanusiaan justru dapat menjadi bentuk nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat.
“Kalau BEM UI dan elemen mahasiswa ingin melakukan aksi, saya mengajak: mari kita ubah aksi itu menjadi aksi kemanusiaan. Turun bersama, bawa bantuan, dan hadir di tengah saudara kita yang sedang membutuhkan,” ujarnya.
Menurutnya, kritik terhadap pemerintah tetap dapat dilakukan dengan cara yang konstruktif, termasuk mengawal dan mengawasi penanganan bencana agar berjalan cepat, transparan, dan tepat sasaran.
“Indonesia sedang berduka. Jangan biarkan saudara kita menghadapi bencana sendirian. Dari aksi menjadi kontribusi. Dari suara menjadi pertolongan nyata. Pray for NTT,” pungkas Habib Syakur.














