Koma.id – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memastikan situasi di Aceh terkendali pasca-insiden pengibaran bender bulan bintang dan kericuhan pada peringatan Hari Damai Aceh di Banda Aceh.
Kapolri menegaskan bahwa seluruh jajaran kepolisian telah mengambil langkah penanganan sehingga kondisi di Tanah Rencong berangsur kondusif.
“Beberapa kegiatan yang muncul di beberapa waktu terkahir di beberapa wilayah, seluruh jajaran sudah melaksanakan langkah-langkah, dan saat ini situasinya seluruhnya terkendali,” kata Sigit, Jakarta, Senin 17 Agustus 2026.
Insiden yang terjadi di Banda Aceh pada Sabtu pekan lalu sempat diwarnai dugaan pelepasan Bendera Merah Putih serta perusakan Lambang Negara Garuda Pancasila. Namun, Sigit menegaskan situasi kini dapat dikendalikan.
Pada momen HUT ke-81 RI, Kapolri juga mengajak masyarakat menjaga keberagaman dan kemajemukan sebagai kekuatan bangsa.
“Bangsa kita adalah bangsa yang majemuk, beragam, terdiri dari kepulauan, suku, agama, dan etnis berbeda. Itu semua menjadi satu kesatuan yang apabila terus dijaga akan menjadi kekuatan bagi bangsa Indonesia,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak mengatakan, TNI mendukung penuh langkah Polri dalam menjaga keamanan dan menegakkan hukum di Aceh.
“Kami mendukung kepolisian untuk bisa menegakkan hukum. Semua bertanggung jawab secara hukum,” tegasnya.
Maruli juga memastikan tidak ada penambahan pengamanan khusus di Aceh karena situasi masih terkendali dan dapat ditangani. Pemerintah menekankan koordinasi antara TNI dan Polri akan terus dilakukan untuk menjaga kondusifitas wilayah.







