Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
BeritaDaerahEkonomi

Harga Bahan Pokok Fluktuatif, MBG Libur Disebut Berpengaruh

Views
×

Harga Bahan Pokok Fluktuatif, MBG Libur Disebut Berpengaruh

Sebarkan artikel ini
Pasar Tradisional

Koma.id | Surabaya – Liburnya program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama masa libur sekolah disebut berdampak pada penurunan harga sejumlah bahan pokok di berbagai daerah. Namun, pantauan di Surabaya menunjukkan kondisi harga pangan masih fluktuatif, dengan sebagian komoditas turun sementara lainnya justru naik.

Di Pasar Wonokromo, pedagang ayam menyebut harga ayam relatif stabil di kisaran Rp30–31 ribu per kilogram. Harga cabai rawit tercatat Rp40 ribu per kilogram, cabai besar Rp30 ribu, sementara bawang merah dan bawang putih dijual sekitar Rp35 ribu per kilogram. Kenaikan terjadi pada sayuran hijau seperti bayam dan sawi yang naik dari Rp7 ribu menjadi Rp12 ribu per ikat besar.

Silakan gulirkan ke bawah

Pedagang lain menyebut harga bawang merah sempat turun dari Rp50 ribu menjadi Rp40 ribu per kilogram, namun bawang putih naik ke kisaran Rp34–36 ribu per kilogram. Harga telur berada di Rp24 ribu per kilogram, beras Rp16 ribu per kilogram, dan minyak goreng Rp22–23 ribu per liter.

Di Pasar Pucang Anom, harga ayam dijual Rp33 ribu per kilogram, telur Rp25 ribu, bawang putih Rp33 ribu, dan bawang merah Rp36 ribu. Pedagang mengaku kondisi pasar relatif sepi sehingga harga sulit diprediksi.

Kondisi berbeda terjadi di Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Sejumlah komoditas turun tajam hingga 70 persen sejak MBG libur. Harga brokoli turun dari Rp29 ribu menjadi Rp16 ribu per kilogram, kembang kol dari Rp30 ribu menjadi Rp5 ribu, sementara telur ayam turun dari Rp26 ribu menjadi Rp21 ribu per kilogram. Daging ayam juga turun dari Rp35 ribu menjadi Rp30 ribu per kilogram.

Di Karawang, Jawa Barat, harga ayam potong turun dari Rp42 ribu menjadi Rp38–40 ribu per kilogram. Telur ayam turun ke Rp25 ribu per kilogram, bawang putih Rp36 ribu, dan minyak goreng Rp18 ribu per liter. Penurunan juga terjadi pada cabai yang kini dijual lebih murah dibanding beberapa minggu sebelumnya.

Turunnya harga bahan pokok membuat warga merasa lebih ringan saat berbelanja. Sejumlah ibu rumah tangga di Kulon Progo mengaku uang Rp100 ribu kini bisa membeli lebih banyak kebutuhan dapur dibanding sebelumnya. Sebagian warga bahkan berharap program MBG tidak dilanjutkan karena dianggap memicu kenaikan harga pangan saat aktif berjalan.

Pedagang berharap harga tetap stabil agar daya beli masyarakat terjaga. Meski MBG libur disebut berpengaruh pada penurunan harga, kondisi pasar masih fluktuatif dan sulit diprediksi.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.