Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Ragam

Kemenag Latih Rohis Jadi Content Creator dan Lawan Hoaks

Views
×

Kemenag Latih Rohis Jadi Content Creator dan Lawan Hoaks

Sebarkan artikel ini
Muhammad Munir
Direktur Pendidikan Agama Islam Kementerian Agama, Muhammad Munir.

KOMA.ID, JAKARTA – Direktorat Pendidikan Agama Islam (PAI) Kementerian Agama bekerja sama dengan Bank Indonesia melatih 78 Pengurus Pusat Rohani Islam (Rohis) dalam penguatan literasi digital, ekonomi syariah, serta pengembangan konten kreatif yang positif.

Para pemuda dari berbagai provinsi di Indonesia ini dihimpun dalam Training of Trainers (ToT) Youth Content Creator Rohis Indonesia di Bali.

Silakan gulirkan ke bawah

Direktur Pendidikan Agama Islam Kementerian Agama, Muhammad Munir, menegaskan bahwa Rohis Indonesia harus menjadi wadah pembentukan generasi muda yang unggul dalam akhlak, ilmu pengetahuan, dan teknologi. Ia mengapresiasi dukungan Bank Indonesia yang terus bersinergi dengan Kementerian Agama dalam berbagai program pembinaan pelajar.

Munir menegaskan bahwa anggota Rohis tidak cukup hanya memiliki pemahaman agama yang baik, tetapi juga harus mampu menguasai teknologi informasi dan media sosial.

“Bukan hanya sekadar harus pintar agama, akhlak yang mulia, akan tetapi juga menguasai terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi,” ujarnya di Bali, Selasa (23/6/2026).

Munir meminta seluruh peserta menghasilkan karya nyata setelah mengikuti pelatihan. Menurutnya, konten yang diproduksi harus mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat. Ia juga menyoroti peran penting generasi muda dalam menghadapi arus informasi di media sosial yang kerap dipenuhi hoaks dan narasi yang menyesatkan.

“Hari ini medsos untuk melawan arus yang tentunya tidak sesuai fakta di lapangan,” katanya.

Rohis juga harus tampil sebagai agen perubahan di lingkungan sekolah dan masyarakat. “Agent of change, agent of development, dan agent of control dalam hal kebaikan,” tegasnya.

Rohis Indonesia dibentuk pada November 2025. Munir berharap Rohis Indonesia menjadi organisasi pelajar yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi bangsa dan negara.

Deputi Direktur Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia, Moh Yazidi, sebagai keynotespeaker menekankan urgensi membangun generasi muda yang tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga produsen dan pencipta nilai ekonomi. Menurutnya, Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi dan industri halal.

“Indonesia memang punya posisi dan potensi. Di sisi lain kita di posisi satu untuk modest fashion. Kualitas tekstil kita terbaik di dunia, top tiga halal food,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa tantangan terbesar Indonesia saat ini adalah meningkatkan kapasitas produksi dan industri nasional. “Kita biasa jajan, biasa makan, biasa belanja, tetapi belum optimal di sisi produksi dan pengelolaan industri. Jangan fokus ke konsumsi, kita mulai produksi. Produksi, produksi, produksi,” tegasnya.

Melalui Training of Trainers Youth Content Creator Rohis Indonesia 2026, peserta dibekali tentang prinsip dasar ekonomi syariah, halal life style, leadership di era digital dan juga startegi pembuatan content digital terkait dengan halal life style dan ekonomi dan keuangan syariah. Mereka akan ditugasi untuk meramaikan media sosial dengan tema-tema tersebut.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.