Koma.id | Jakarta – Massa aksi dari Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) yang sejak siang bertahan di kawasan Jalan Jenderal Sudirman – Tosari, Jakarta Pusat, akhirnya membubarkan diri pada Jumat malam. Pembubaran berlangsung tertib sekitar pukul 20.40 WIB setelah dilakukan negosiasi antara perwakilan mahasiswa dan aparat kepolisian.
Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Reynold Hutagalung, memimpin dialog dengan perwakilan massa sebelum akhirnya mahasiswa meninggalkan lokasi secara bertahap. Situasi yang sebelumnya padat demonstran berangsur kondusif. Seiring berakhirnya aksi, arus lalu lintas di Jalan Sudirman dan Tosari kembali dibuka untuk umum.
Kronologi Pembubaran
- Mulai bubar pukul 19.30 WIB: Kelompok mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, termasuk UIN Jakarta, PNJ, dan UPN Veteran, meninggalkan lokasi secara bergelombang.
- Normalisasi jalan pukul 20.30 WIB: Polisi mulai membuka akses Jalan Sudirman menuju Bundaran HI, meminta pengendara motor langsung mengarah ke HI agar tidak melawan arus.
- Longmarch mahasiswa: Sebagian massa berjalan kaki menuju Semanggi dan Stasiun Sudirman sambil menyanyikan lagu kebangsaan Garuda Pancasila.
Insiden di Pancoran
Sementara itu, aksi mahasiswa di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan, sempat menimbulkan gangguan lalu lintas. Massa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) membakar ban di depan SPBU Pancoran arah Pasar Minggu. Asap hitam membumbung tinggi, namun situasi segera dikendalikan aparat. Kapolsek Pancoran, Kompol Mansur, memastikan kondisi lalu lintas kembali normal setelah massa bubar.
Lima Tuntutan Mahasiswa
Dalam aksi ini, mahasiswa menyampaikan lima tuntutan utama kepada pemerintah:
- Hentikan pemborosan APBN.
- Turunkan harga BBM dan kebutuhan pokok.
- Tolak program MBG dan Kopdes Merah Putih.
- Hentikan militerisme di ranah sipil.
- Presiden akui kesalahan pemerintah.








