KOMA.ID, JAKARTA – Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa Pancasila telah menjadi perekat utama yang menjaga keutuhan Indonesia selama lebih dari delapan dekade. Di tengah keragaman suku, bahasa, budaya, dan adat istiadat, Indonesia berhasil membuktikan diri sebagai bangsa yang tetap utuh dan bersatu.
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat memimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di Lapangan Gedung Pancasila, Jakarta, Senin (1/6/2026).
Megawati Siap Hadiri Upacara Hari Lahir Pancasila dan Dengarkan Pidato Prabowo Langsung Besok
Menurut Prabowo, sejak awal banyak pihak, termasuk negara-negara lain, meragukan Indonesia mampu bertahan sebagai negara besar karena memiliki tingkat keberagaman yang sangat tinggi.
“Pancasila mempersatukan bangsa Indonesia selama 81 tahun. Banyak pihak, banyak negara yang mengatakan Indonesia tidak bisa bertahan karena terlalu banyak perbedaan, terlalu banyak suku bangsa, terlalu banyak bahasa daerah, dan terlalu banyak adat yang berbeda,” kata Prabowo.
Namun keraguan tersebut, lanjutnya, berhasil dipatahkan oleh perjalanan sejarah bangsa Indonesia yang hingga kini tetap berdiri kokoh sebagai negara kesatuan.
“Tapi kita buktikan hari ini, kita masih menjadi bangsa yang utuh, bangsa yang bersatu,” tegasnya.
Pancasila Harus Dijalankan dalam Seluruh Aspek Kehidupan
Presiden menekankan bahwa keberhasilan Indonesia ke depan sangat bergantung pada kesungguhan seluruh elemen bangsa dalam mengamalkan nilai-nilai Pancasila, bukan hanya sebagai dasar negara, tetapi juga sebagai pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Prabowo menyebut implementasi Pancasila harus diwujudkan dalam bidang politik, hukum, sosial, budaya, hingga ekonomi.
“Saya yakin ketika kita menjalankan Pancasila secara sungguh-sungguh di bidang politik, di bidang hukum, di bidang sosial, di bidang budaya, dan terutama di bidang ekonomi, Indonesia tidak hanya akan menjadi negara maju dan makmur,” ujarnya.
Menurutnya, penerapan nilai-nilai Pancasila secara konsisten akan membawa Indonesia menjadi bangsa yang disegani dunia karena mampu menghadirkan kesejahteraan, keadilan, dan persatuan bagi rakyatnya.
Indonesia Harus Menjadi Bangsa yang Dihormati Dunia
Dalam pidatonya, Prabowo juga menggambarkan cita-cita besar Indonesia sebagai negara yang kuat secara ekonomi, kokoh dalam persatuan, dan berperan aktif menciptakan perdamaian dunia.
Ia meyakini Indonesia dapat menjadi bangsa yang dihormati oleh negara-negara lain apabila mampu membangun kesejahteraan rakyat dan menegakkan keadilan sosial.
“Indonesia akan menjadi bangsa yang dihormati oleh bangsa-bangsa lain karena rakyatnya sejahtera. Bangsa yang kuat karena persatuannya, bangsa yang makmur karena keadilannya, bangsa yang besar karena kemanusiaannya,” ucap Prabowo.
Lebih jauh, Presiden menegaskan bahwa Indonesia harus tumbuh menjadi negara yang mandiri dan tidak bergantung pada bantuan pihak lain.
“Bangsa yang mampu menjadi kekuatan bagi perdamaian dunia. Bangsa yang tidak minta-minta bantuan, bangsa yang mampu membantu bangsa-bangsa lain,” tegasnya.
Ajak Seluruh Rakyat Menjaga Pancasila
Menutup pidatonya, Prabowo mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk terus menjaga, menghayati, dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, Pancasila merupakan fondasi utama untuk mewujudkan Indonesia yang adil, makmur, berdaulat, dan bermartabat di mata dunia.
“Mari kita jaga Pancasila, mari kita amalkan Pancasila, mari kita wujudkan Indonesia yang adil, makmur, berdaulat, dan bermartabat,” pungkasnya.













