Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Polhukam

Mensos Ngadep Seskab Buat Bahas Kinerja, Ferry Koto Ngamuk, Ketatanegaraan Kacau Balau

Views
×

Mensos Ngadep Seskab Buat Bahas Kinerja, Ferry Koto Ngamuk, Ketatanegaraan Kacau Balau

Sebarkan artikel ini
Saifullah Yusuf Laporan Kinerja Ke Teddy
Saifullah Yusuf melaporan kinerja Menteri Sosial Ke Seskab Teddy Indra Wijaya.

KOMA.ID, JAKARTA – Pengamat politik Ferry Koto melontarkan kritik tajam terhadap peran Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya yang dinilainya terlalu dominan dalam proses pemerintahan. Menurut Ferry, kondisi tersebut berpotensi menimbulkan persoalan dalam tata kelola birokrasi dan ketatanegaraan.

Melalui pernyataannya di media sosial, Ferry mempertanyakan besarnya pengaruh yang dimiliki Teddy dalam berbagai urusan pemerintahan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Silakan gulirkan ke bawah

“Lihat ini, apa ndak rusak birokrasi pemerintahan? Kita memilih Prabowo di Pilpres sebagai Presiden, sebagai pucuk pimpinan pemerintahan, bukan Teddy. Tapi setelah jadi Presiden, malah semua urusan pemerintah di bawah kendali Teddy,” tulis Ferry Koto dalam akun X pribadinya @ferrykoto, Minggu (31/5/2026).

Ferry menilai posisi Presiden sebagai pemegang kekuasaan pemerintahan semestinya tetap menjadi pusat pengambilan keputusan strategis. Karena itu, ia mengaku heran melihat peran Seskab yang menurutnya semakin menonjol dalam koordinasi pemerintahan.

“Entah kenapa Pak Prabowo jadi seperti ini setelah jadi Presiden. Beliau mestinya sangat paham, bahwa makin tinggi jabatan, makin besar tanggung jawab, maka dibutuhkan kapasitas dan kompetensi yang juga sangat luar biasa,” ujarnya.

Dalam kritiknya, Ferry juga mempertanyakan kapasitas dan pengalaman organisasi Teddy untuk mengelola urusan pemerintahan yang berdampak pada ratusan juta rakyat Indonesia.

“Lha, Teddy ini siapa? Apa kapasitasnya? Apa kompetensinya? Apa pengalaman organisasinya? Apa kemampuan managerialnya dalam mengurus negara besar ini?” katanya.

Menurut Ferry, dominasi peran Seskab dalam proses koordinasi pemerintahan berpotensi membuat implementasi kebijakan Presiden tidak berjalan sesuai dengan gagasan awal yang telah dirancang.

“Makanya kacau balau sekali implementasi kebijakan bapak di bawah. Karena seorang Menteri pun melapornya ke Teddy,” ucap Ferry.

Ia menilai masih banyak kader Partai Gerindra maupun tokoh lain yang memiliki pengalaman organisasi, pengalaman kepemimpinan, dan rekam jejak yang lebih panjang dalam mengelola pemerintahan maupun organisasi politik.

Lebih lanjut, Ferry mengingatkan agar Presiden Prabowo melakukan evaluasi terhadap pola koordinasi pemerintahan saat ini. Ia khawatir berbagai kebijakan strategis yang telah dirancang Presiden justru mengalami penyimpangan pada tahap pelaksanaan.

“Negara sudah di ambang masalah besar gara-gara kebijakan pemerintahan bapak banyak yang tidak sesuai dengan apa yang bapak gagasan. Implementasinya melenceng dari gagasan,” tuturnya.

Ferry pun berharap Presiden Prabowo segera melakukan pembenahan agar jalannya pemerintahan tetap sesuai prinsip tata kelola negara yang baik dan tidak menimbulkan polemik di tengah masyarakat.

“Sadar lah segara ya Pak Prabowo. Sebelum kasep !!,” pungkasnya.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.