KOMA.ID, JAKARTA – Founder Restorasi Jiwa Indonesia dan Satya Mindcare, Syam Basrijal, menyampaikan di dalam tulisannya mengenai tantangan dunia kerja modern di tengah berkembangnya Gig Economy. Menurutnya, skill bukan aspek utama dalam menggapai kesuksesan, melainkan kemampuan seseorang dalam mengelola sistem diri untuk menggapai dan memanfaatkan peluang yang ada.
“Di era Gig Economy, yang menentukan masa depan bukan siapa yang memiliki peluang lebih banyak, tetapi siapa yang memiliki sistem diri yang lebih siap untuk memanfaatkan peluang tersebut,” ucap Syam, Jumat (29/5/2026).
Puluhan Kendaraan Masuki Kota Bandung Jelang Long Weekend Waisak dan Hari Lahir Pancasila
Menurut Syam Basrijal, perkembangan teknologi digital, kecerdasan buatan, otomatisasi, dan konektivitas global telah mengubah pola kerja masyarakat secara drastis. Kondisi tersebut melahirkan ekosistem Gig Economy yang memungkinkan seseorang bekerja secara fleksibel tanpa terikat pola kerja konvensional.
Ia menjelaskan, saat ini banyak profesi baru tumbuh melalui platform digital, mulai dari kreator konten, desainer, penulis, programmer, digital marketer hingga konsultan independen.
Namun di balik terbukanya peluang besar tersebut, Syam melihat banyak orang justru mengalami kebingungan, mudah kehilangan fokus, hingga kesulitan membangun hasil yang konsisten.
“Masalah terbesar justru berada pada kemampuan manusia mengelola dirinya sendiri,” kata Syam Basrijal.
Menurutnya, tantangan utama di era Gig Economy bukan lagi soal kurangnya akses informasi maupun keterampilan teknis. Sebab, hampir seluruh pengetahuan kini dapat dipelajari dengan mudah melalui internet dan berbagai platform pembelajaran digital.
Meski demikian, ia menilai banyak orang tetap gagal menjalankan apa yang sebenarnya sudah mereka pahami.
“Fenomena ini menunjukkan bahwa tantangan terbesar manusia modern bukan lagi persoalan pengetahuan, melainkan persoalan eksekusi,” ujarnya.
Karena itu, Syam Basrijal mengembangkan pendekatan bernama Hypno Success Method yang berfokus pada pembangunan sistem diri manusia, bukan hanya peningkatan kemampuan teknis.
Menurutnya, manusia tidak hanya digerakkan oleh logika berpikir, tetapi juga dipengaruhi bawah sadar, emosi, kebiasaan, keyakinan, dan identitas diri.
“Banyak keputusan yang kita ambil setiap hari sebenarnya tidak sepenuhnya lahir dari kesadaran, melainkan dari program internal yang sudah lama tertanam dan berjalan otomatis,” katanya.
Melalui Restorasi Jiwa Indonesia dan Satya Mindcare, Syam menjelaskan Hypno Success Method dibangun melalui tiga tahapan utama, yakni Deep Reprogramming untuk membongkar pola pikir penghambat, Superconscious Alignment untuk menyelaraskan arah hidup, serta Conscious Execution guna membangun tindakan yang konsisten.
Ia menilai keberhasilan di era Gig Economy tidak cukup ditentukan oleh skill semata, tetapi juga kemampuan seseorang mengelola emosi, disiplin, fokus, dan konsistensi diri.
“Masa depan akan lebih banyak dimiliki oleh mereka yang mampu mengelola kesadarannya, mengendalikan dirinya, dan membangun sistem hidup yang selaras dengan perubahan zaman,” ujar Syam Basrijal.
Menurutnya, ketika seseorang tidak lagi dikontrol oleh sistem kerja konvensional, maka faktor penentu keberhasilan sepenuhnya bergantung pada kemampuan mengendalikan diri sendiri.
“Gig Economy pada akhirnya bukan sekadar perubahan model ekonomi. Ia adalah ujian kedewasaan manusia dalam mengelola kebebasan,” tuturnya.













