Koma.id | Tangerang Selatan – Suasana di salah satu sudut Kota Tangerang Selatan, Banten, mendadak hangat ini. Di tengah kondisi perekonomian yang sedang melanda, secercah berkah Idul Adha hadir mengetuk pintu rumah-rumah warga.
Melalui gerbong aktivis Jaringan Aktivis Reformasi Indonesia (JARI) 98 yang dikomandoi oleh Willy Prakarsa, titipan hewan kurban dari Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo serta sejumlah pejabat tinggi Polri sukses disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Untuk wilayah sekitar kediaman Willy di Buaran, Serpong, Tangerang Selatan sendiri, memotong 2 ekor sapi dan 3 ekor kambing berhasil dikonversi menjadi lebih dari 100 kantong daging segar.
Masing-masing kantong dikemas rapi dengan bobot sekitar 2 kilogram, siap untuk mengalirkan kebahagiaan ke dapur-dapur warga.
Oase di tengah sulitnya ekonomi Idul Adha tahun ini diakui terasa berbeda dan penuh tantangan. Sektor ekonomi yang belum sepenuhnya pulih membuat daya beli masyarakat menurun, bahkan untuk sekadar menunaikan ibadah kurban.
Ketua Umum JARI 98, Willy Prakarsa, mengungkapkan bahwa kondisi di lapangan sempat terasa sepi sebelum bantuan satwa kurban ini datang.
”Tahun ini merupakan tahun yang sulit bagi perekonomian. Bahkan di lingkungan warga sini, awalnya sama sekali tidak ada yang berkurban,” ujar Willy saat ditemui di sela-sela acara pembagian daging kurban, Rabu (27/05).
Raut lega dan syukur tidak dapat disembunyikan dari wajah warga Buaran serta para tokoh masyarakat setempat. Kehadiran bantuan dari orang nomor satu di Kepolisian Republik Indonesia tersebut layaknya oase di tengah keringnya kemampuan berkurban warga.
”Alhamdulillah, ada sumbangan sapi dari Pak Kapolri dan jajaran. Bantuan ini sangat berarti bagi warga di sini,” tambah Willy dengan nada haru.
Sejak pagi, para aktivis JARI 98 bahu-membahu mengurus proses penyembelihan hingga pengemasan daging. Prinsip tepat sasaran menjadi koridor utama agar amanah dari Kapolri dan para pejabat Korps Bhayangkara ini benar-benar menyentuh mereka yang paling membutuhkan.
Lebih dari 100 kantong daging yang dibagikan bukan sekadar tentang pemenuhan pangan, melainkan simbol kepedulian dan kehadiran negara, melalui Polri dan elemen masyarakat, di tengah kesulitan perekonomi.
Bagi warga Tangsel, aroma gulai atau sate yang akan mengepul dari dapur mereka hari ini adalah bukti nyata bahwa di tengah masa sulit pun, kepedulian sosial belum luntur.








