Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
BeritaNasional

Relawan Indonesia Ungkap Dugaan Kekerasan Saat Ditahan Israel di Misi Kemanusiaan Gaza

Views
×

Relawan Indonesia Ungkap Dugaan Kekerasan Saat Ditahan Israel di Misi Kemanusiaan Gaza

Sebarkan artikel ini
X1080

Koma.id Sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 akhirnya tiba di tanah air melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (24/5), setelah sempat ditahan otoritas Israel saat berlayar menuju Jalur Gaza.

Salah satu relawan, Ronggo, mengungkapkan detik-detik kapal yang mereka tumpangi dicegat militer Israel pada 19 Mei 2026. Menurutnya, kapal kemanusiaan tersebut dihadang oleh kapal perang dan dua speedboat bersenjata sebelum akhirnya dikuasai pasukan Israel.

Silakan gulirkan ke bawah

Ronggo menyebut kapal para relawan diintersep, dirusak, dan seluruh penumpang dipaksa berpindah ke kapal militer Israel untuk menjalani penahanan. Ia mengaku para relawan dari berbagai negara mengalami tindakan kekerasan selama proses tersebut.

“Kami mendapatkan pukulan, tendangan di kapal militer. Lalu dipindahkan lagi ke Pelabuhan Ashdod untuk mengurus imigrasi, dan di sana kami mendapatkan pukulan kembali,” katanya.

Ia menambahkan, para relawan kemudian dipindahkan ke lokasi penahanan di wilayah Negev, Israel selatan, sebelum akhirnya dibebaskan dan diterbangkan melalui Bandara Ben Gurion menuju Yordania.

Menurut Ronggo, perlakuan kekerasan dialami hampir seluruh relawan dan aktivis internasional yang mengikuti misi kemanusiaan tersebut. Ia menyebut sekitar 400 orang mendapatkan perlakuan serupa selama penahanan berlangsung.

Sementara itu, jurnalis Republika sekaligus relawan Global Sumud Flotilla, Thoudy Badai, mengaku bersyukur dapat kembali ke Indonesia bersama delapan WNI lainnya dalam keadaan selamat.

“Apa yang saya alami dan teman-teman alami, kekerasan dan kesedihan yang dilakukan Zionis Israel itu tidak sebanding dengan apa yang dialami ribuan tahanan Palestina, yang kebanyakan anak-anak, ibu-ibu, dan ibu hamil,” ungkapnya.

Thoudy juga mengajak agar masyarakat internasional untuk terus menyuarakan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina. “Saya harap semua masyarakat di dunia tetap dukung, tetap suarakan isu Palestina karena dengan begitu bisa mendorong Palestina untuk terus merdeka,” tutur dia.

Sembilan orang warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban penahanan Zionis Israel kembali ke tanah air melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) Tangerang, Banten, pada Minggu sore.

Kepulangan sembilan WNI yang bergabung dalam pelayaran Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 itu sebelumnya menjalani perjalanan panjang setelah berhasil keluar dari penahanan otoritas Israel.

Mereka dievakuasi oleh Kementerian Luar Negeri melalui perwakilan RI sebagai langkah perlindungan terhadap warga Indonesia. Dalam perjalanannya, para WNI ini diterbangkan dengan penerbangan Emirates pada Sabtu (23/5) pukul 19.35 waktu Istanbul-Dubai. Kemudian, kembali diterbangkan melalui rute Dubai-Jakarta pada Minggu (24/5) pukul 04.10 dengan ketibaan di Indonesia pukul 15.30 WIB.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.