Koma.id | Makkah – Menjelang fase puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), Kementerian Haji dan Umrah menyiapkan layanan kesehatan khusus bagi jemaah. Sebanyak 1.200 tenaga medis disiagakan untuk memastikan kondisi jemaah tetap terjaga selama menjalani rangkaian ibadah.
Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf, menjelaskan setiap kloter akan didampingi dokter dan perawat. “Kita ini ada 1.200 tenaga kesehatan, tiap kloter ada 1 dokter dan 1 perawat. Insyaallah akan bisa melayani jemaah masing-masing untuk Armuzna nanti,” ujarnya, Sabtu (23/05).
Fasilitas Kesehatan di Armuzna Kemenhaj menyiapkan klinik darurat di kawasan Arafah dan Mina untuk penanganan cepat bagi jemaah yang mengalami gangguan kesehatan. Pemerintah juga bekerja sama dengan rumah sakit di Arab Saudi untuk penanganan medis lanjutan bila diperlukan.
Fokus pada Lansia dan Risiko Tinggi Tenaga medis akan memberi perhatian khusus kepada jemaah lanjut usia dan mereka yang memiliki riwayat penyakit kronis. Setiap kloter dipastikan mendapat pendampingan kesehatan sejak awal hingga akhir fase Armuzna.
Pengawasan DPR Tim Pengawas Haji DPR RI mengingatkan seluruh petugas untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi situasi tak terduga akibat padatnya jutaan jemaah. Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal, menegaskan persiapan sudah berjalan baik namun tetap perlu antisipasi maksimal.
“Hal-hal yang unpredictable pasti saja terjadi karena jutaan orang berkumpul. Kita berharap semua jemaah haji bisa selamat dan amal ibadahnya diterima,” ujarnya, Minggu (24/05).








