Koma.id – Presiden RI Prabowo Subianto menyatakan pemerintah akan memanfaatkan teknologi canggih untuk melacak aset para koruptor yang disembunyikan, termasuk di bungker bawah tanah.
Pernyataan tersebut disampaikan Presiden saat pidatonya di Rapat Paripurna DPR RI ke-19 Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025–2026, Rabu (20/5/2026). Menurut dia, perkembangan teknologi saat ini memungkinkan negara mendeteksi berbagai objek yang tersembunyi di bawah permukaan tanah.
Heboh! Investasi Bodong Koperasi BLN Putar Dana Rp4,6 Triliun, 41 Ribu Nasabah Jadi Korban
“Sekarang teknologi sudah sangat canggih. Bungker bawah tanah, gudang senjata, ranjau di bawah tanah saja bisa dideteksi,” kata Presiden Prabowo.
Ia menegaskan pemerintah akan menyiapkan teknologi serupa untuk membantu penegak hukum menemukan aset hasil korupsi yang sengaja disembunyikan.
“Kita akan siapkan teknologi untuk mencari aset-aset yang disembunyikan para koruptor,” ujarnya.
Presiden juga mengingatkan para pejabat negara agar tidak melakukan praktik penipuan maupun korupsi karena menurutnya seluruh aset yang disembunyikan tetap dapat dilacak.
“Jadi jangan merasa aman menyembunyikan uang atau aset hasil korupsi,” kata dia.
Pernyataan tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintahan Presiden Prabowo dalam memperkuat pemberantasan korupsi dan pemulihan aset negara. Dalam beberapa kesempatan sebelumnya, Presiden juga menegaskan pentingnya pengembalian kerugian negara dari hasil tindak pidana korupsi.
Pemerintah saat ini diketahui tengah memperkuat koordinasi dengan aparat penegak hukum, termasuk Kejaksaan Agung, Polri, dan lembaga terkait lainnya dalam upaya penelusuran aset.
Belakangan, Kejaksaan Agung juga mencatat sejumlah penyitaan aset bernilai besar dari berbagai perkara korupsi dan tindak pidana ekonomi. Pemerintah menilai langkah pemulihan aset menjadi bagian penting dalam meningkatkan penerimaan negara sekaligus memberi efek jera terhadap pelaku korupsi.







