Koma.id– Sebuah surat terbuka dari siswi kelas 5 SD Compang Ngeles, Myscha, di Kabupaten Manggarai Timur, menarik perhatian karena mengungkap belum meratanya pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah 3T. Dalam suratnya, Myscha mempertanyakan mengapa sekolahnya belum menerima program tersebut, meski di daerah lain sudah berjalan.
“Di TV dan YouTube saya lihat daerah lain sudah lama jalan. Teman-teman sudah makan, tapi di sekolah kami sampai hari ini belum ada,” tulisnya.
Polda Riau Bongkar Peredaran 46,9 Kg Sabu dari Malaysia, Prajurit TNI Aktif Jadi Tersangka
Ia juga mengungkap kekhawatiran terhadap kasus keracunan makanan yang dikaitkan dengan program MBG, hingga membuatnya ragu untuk mengonsumsi makanan tersebut jika nantinya tersedia.
“Saya jadi takut, Pak. Takut pusing dan sakit perut. Kalau suatu saat MBG masuk ke sekolah saya, saya tidak mau makan,” ungkapnya
Myscha juga menyampaikan usulan agar anggaran MBG diberikan langsung kepada sekolah atau orang tua agar lebih tepat guna dan sesuai kebutuhan. Selain itu ada prioritas yang lebih mendesak di wilayahnya, seperti perlengkapan sekolah, kesejahteraan guru, dan perbaikan fasilitas yang masih minim.
“Atap dari seng bekas, dinding rapuh, kursi meja banyak yang rusak, dinding dan atap kadang bocor. Perpustakaan kekurangan buku,” tuturnya.








