Koma.id | Jakarta – Masjid Nabawi, salah satu pusat ibadah paling ramai di dunia, selalu dipenuhi lautan manusia dari berbagai negara. Di tengah keramaian itu, risiko jemaah haji tersesat atau tercecer dari rombongan bukanlah hal yang kecil. Menyadari hal ini, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menyiapkan langkah antisipasi dengan mendirikan lima pos siaga di area Masjid Nabawi, Madinah.
Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaff, mengakui potensi jemaah tersesat memang ada. “Alhamdulillah syukurlah, petugas haji kami di sana terutama di bagian Perlindungan Jemaah atau Linjam cukup sigap, cukup responsif juga,” ujarnya di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Minggu (26/04).
Kelima pos itu ditempatkan di gerbang-gerbang utama yang sering menjadi titik kumpul jemaah: gate 336, gate 330, gate 310, gate 360, dan gate 365. Petugas berseragam cokelat mudah dikenali dan siap melayani jemaah yang membutuhkan bantuan.
Menariknya, pos-pos tersebut tidak hanya berfungsi sebagai titik pengawasan. Petugas juga menyediakan sandal jepit, air minum, snack, hingga air zamzam bagi jemaah yang kehilangan barang atau merasa lelah dan haus.

“Kami sediakan juga sandal jepit, air minum, snack, camilan, begitu ya, bagi jemaah yang merasa kelaparan atau dehidrasi,” tutur Maria.
Langkah kecil ini ternyata memberi rasa aman bagi jemaah. Kehadiran pos siaga menjadi penolong di tengah padatnya aktivitas ibadah. Petugas tidak hanya menunggu, tetapi juga aktif memantau, siap mendekati jemaah yang terlihat kebingungan.
Di balik keramaian Masjid Nabawi, pos-pos ini menjadi oase ketenangan. Tempat di mana jemaah bisa bertanya, beristirahat sejenak, atau sekadar mendapatkan air minum. Seperti disampaikan Maria.
“Sudah siap siaga di lima pos ini, siap melayani jemaah yang dikhawatirkan tersesat maupun butuh bantuan.”








