Koma.id | Lampung – Kisah inspiratif datang dari Desa Karang Jaya, Kecamatan Merbau Mataram. Adna Yusri (58), seorang tukang sayur keliling, berhasil mewujudkan impian menunaikan ibadah haji setelah menabung selama 20 tahun dari hasil berjualan sayur.
Setiap pagi, Adna berkeliling kampung dengan sepeda motor tuanya, menawarkan sayur mayur segar kepada pelanggan setia. Dari penghasilan yang tak seberapa, ia menyisihkan sebagian untuk ditabung. Uang receh pecahan Rp500 dan Rp1.000 ia kumpulkan dalam ember bekas cat, hingga akhirnya terkumpul lima ember penuh.
Pada 2012, Adna mendaftarkan diri sebagai calon jemaah haji dengan tabungan Rp25,5 juta. Butuh waktu 14 tahun lagi baginya untuk melunasi biaya haji hingga Rp34,5 juta. Tahun ini, penantiannya berakhir. Ia dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci pada 5 Mei 2026.
“Alhamdulillah, impian berangkat haji ini tercapai. Selama 20 tahun saya menabung sedikit demi sedikit dari hasil jualan sayur, dan uangnya berkah,” ujarnya penuh haru.
Meski bahagia, Adna mengaku sedih karena harus berangkat seorang diri. Tabungan yang ada baru cukup untuk dirinya, sementara sang istri, Haljariyah, belum bisa ikut.
“Sedih rasanya berjuang sama-sama tapi berangkat sendiri. Terima kasih untuk istri saya yang selalu sabar dan setia,” katanya.
Di Tanah Suci nanti, Adna bertekad mendoakan keluarganya agar kelak bisa menyusul. “Saya ingin berdoa agar istri, anak, dan tetangga juga mendapat undangan Allah ke Tanah Suci,” tambahnya.
Kisah Adna mendapat apresiasi dari warga sekitar. Sumiyati, tetangganya, menyebut Adna sosok pekerja keras yang tak pernah mengeluh. Kepala Desa Karang Jaya, Rudi Hartono, menilai perjuangan Adna sebagai bukti nyata bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk meraih cita-cita.
“Kalau ada niat dan kesabaran, pasti ada jalan. Pak Adna ini inspirasi bagi kita semua,” ujarnya.








