Koma.id– Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Lembaga Eksekutif Mahasiswa (LEM) Bersuara menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR, Jumat (24/4/2026) sore. Aksi yang dipimpin oleh Presiden Mahasiswa Universitas Jayabaya, Hikmah Maulana Sai, dan diikuti sejumlah mahasiswa kampus lain yankni Universitas Bina Insani, dan Universitas Ibnu Khaldun.
Dalam pernyataan sikapnya, mahasiswa mendesak Presiden dan Panglima TNI untuk mengusut tuntas kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus hingga ke aktor intelektualnya serta meminta agar perkara tersebut diproses melalui pengadilan umum. Selain itu, mereka juga mendesak Presiden menginstruksikan Komisi IX DPR RI untuk memanggil kepala Badan Gizi Nasional guna mengaudit anggaran pengadaan motor listrik di tengah polemik program makanan bergizi gratis.
“Kami hadir sebagai representasi suara rakyat untuk memastikan bahwa hukum tidak tajam ke bawah dan tumpul ke atas. Tidak boleh ada kompromi terhadap korupsi,” kata Hikmah dikutip.
Tak hanya itu, massa aksi juga menuntut penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) serta peningkatan kesejahteraan guru honorer yang dinilai masih jauh dari layak. Mereka menilai berbagai persoalan tersebut mencerminkan belum optimalnya keberpihakan pemerintah terhadap masyarakat.
Dalam orasinya, mahasiswa menyoroti berbagai persoalan, mulai dari dugaan ketidaktepatan sasaran program makanan bergizi gratis hingga kenaikan harga BBM yang dinilai memberatkan masyarakat. Mereka juga menyinggung kasus Andri Yunus yang disebut belum mendapatkan kejelasan hukum, serta menyoroti dugaan keterlibatan oknum aparat dalam kasus tersebut.
“Kami juga menyoroti kasus saudara Andri Yunus yang menjadi korban penyiraman air keras, yang hingga kini belum mendapatkan kejelasan hukum. Para pelaku seolah berlindung di balik kekuasaan,” tandasnya.







