Koma,id | Malang – Hujan deras disertai angin kencang melanda Kota Malang, Jawa Timur, pada Senin (30/03) sejak petang. Cuaca ekstrem tersebut mengakibatkan pohon tumbang di sejumlah titik hingga menimpa kendaraan dan kios, serta memicu genangan banjir di kawasan padat penduduk.
Jalan Lapangan Brawijaya Rampal, Kecamatan Blimbing, sebuah pohon tumbang menimpa dua mobil dan merusak beberapa warung kopi. Seorang pedagang bernama Putra menyebut hujan deras disertai angin kencang berlangsung sekitar 5–10 menit.
“Dua kendaraan tertimpa, satu ringsek bagian atasnya, sedangkan yang lain tidak terlalu parah. Beberapa warung juga rusak di bagian atap teras,” ujarnya.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Malang, Prayitno, mengatakan pihaknya mencatat empat titik pohon tumbang, masing-masing di Jalan Lapangan Brawijaya Rampal, Jalan Trunojoyo, Jalan Brawijaya Splendid, dan Jalan Jaksa Agung Suprapto.
“Di Jalan Trunojoyo menimpa sepeda motor, sedangkan di Jalan Brawijaya Splendid merusak kios burung berukuran 2×2 meter,” jelasnya.
Selain pohon tumbang, BPBD juga mendata 16 titik banjir dengan ketinggian air antara 10 hingga 50 sentimeter. Genangan terparah terjadi di Kecamatan Blimbing dan Lowokwaru. Di Blimbing, banjir melanda Jalan Letjen Sutoyo, Jalan Letjen S. Parman, Jalan Industri Barat, Jalan Sulfat, hingga Jalan Borobudur. Sementara di Lowokwaru, genangan air sempat melumpuhkan aktivitas di Jalan Soekarno-Hatta, Jalan Bungur, dan Jalan Terusan Kendalsari.
Prayitno menegaskan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini. “Banjir mulai surut pukul 18.30 WIB dan proses evakuasi pohon tumbang sebagian besar telah diselesaikan. Informasi bersifat dinamis, dan akan terus kami update,” ujarnya.
BPBD kini berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan instansi terkait untuk melakukan pendataan kerusakan serta menyusun langkah antisipasi agar kejadian serupa tidak terulang.








