Koma.id– Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bahwa Jakarta tetap terbuka bagi para pendatang setelah Lebaran tanpa adanya operasi yustisi atau penyaringan khusus. Ia memastikan siapa pun tetap memiliki kesempatan datang dan bekerja di Ibu Kota.
Namun, Pramono mengingatkan bahwa situasi global yang tidak menentu, termasuk konflik di berbagai wilayah seperti Ukraina, Rusia, hingga Timur Tengah, perlu diwaspadai karena dapat berdampak pada kondisi ekonomi dan peluang kerja di Jakarta.
Lalu, bagaimana dengan peluang kerja di Jakarta? Pramono mengatakan peluang bekerja masih terbuka untuk siapa saja. Namun dia mengingatkan kondisi global saat ini perlu diwaspadai karena berpotensi memengaruhi perekonomian.
“Ruang untuk bekerja di Jakarta juga terbuka. Tetapi memang dalam kondisi dunia yang seperti ini, ketika terjadi perang di mana-mana, Ukraina, Rusia, sekarang di Timur Tengah ada Israel dengan Amerika dan juga dengan Iran, menurut saya kita harus penuh kehati-hatian,” kata Pramono kepada wartawan.
Sementara itu, Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta Nabilah Aboebakar Alhabsyi mengingatkan para pendatang agar datang dengan persiapan matang, mulai dari keterampilan, pekerjaan yang jelas, hingga kesiapan ekonomi.
Sebab tingginya arus urbanisasi pasca Lebaran menunjukkan Jakarta masih menjadi tujuan utama, namun juga berpotensi menambah beban kota, termasuk pada lapangan kerja, perumahan, dan layanan publik.
“Jakarta memang masih menjadi primadona, tetapi kita harus realistis karena hidup di kota ini tidak mudah,” katanya.







