Koma.id | Jakarta – Hujan deras yang mengguyur kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, tidak menyurutkan antusiasme warga untuk merayakan malam takbiran Idul Fitri. Meski jalanan basah dan tergenang, ribuan warga tetap memadati area bundaran untuk menyaksikan rangkaian acara “Eid Mubarak Jakarta: Rhythm of Fountain” yang digelar Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Sebagian besar pengunjung mengenakan jas hujan dan membawa payung, sementara lainnya tetap berjalan santai di tengah gerimis demi menikmati pertunjukan. Lampu kota yang memantul di permukaan jalan basah justru menambah semarak suasana malam takbiran.
Acara malam takbiran di Bundaran HI menampilkan berbagai atraksi, mulai dari rampak bedug, festival 1.000 bedug, pawai obor dengan 5.000 peserta, hingga pertunjukan dancing fountain, lighting show, laser show, dan flying LED show. Nuansa religius turut hadir melalui tausiyah Ustadz Akri serta penampilan spesial Hadad Alwi.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung sebelumnya menyampaikan bahwa kegiatan malam takbiran ini digelar dengan sistem car free night mulai pukul 20.00 hingga 22.00 WIB.
“Program ini dirancang tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai bagian dari inovasi ‘Mudik ke Jakarta’, yang mengajak masyarakat merayakan Idul Fitri dengan suasana ibu kota yang lebih terbuka, hangat, dan inklusif,” ujarnya.
Ahmadi (36) dan Tita (34), pasangan asal Bekasi, mengaku sengaja datang meski harus menghadapi hujan. “Kami memang sudah niat ke sini, walaupun hujan tetap jalan. Jarang-jarang bisa merasakan suasana seperti ini,” kata Ahmadi.
Menurut mereka, kondisi Jakarta yang lebih lengang saat musim mudik justru menjadi kesempatan untuk menikmati suasana kota tanpa kemacetan. “Sekarang kan Bekasi sama Jakarta sudah sepi, tinggal ‘pemain inti’. Jadi enak, enggak macet. Makanya kami sengaja standby buat lihat pertunjukan,” tambah Tita.
Petugas kepolisian dan Dinas Perhubungan terlihat berjaga di sekitar lokasi untuk mengatur arus lalu lintas. Sistem car free night diberlakukan agar aktivitas warga berlangsung aman dan tertib.
Kehadiran warga yang tetap memadati Bundaran HI di tengah hujan menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri. Bagi banyak warga, momen ini menjadi kesempatan menikmati hiburan sekaligus kebersamaan di pusat kota, terutama saat Jakarta lebih lengang karena ditinggal pemudik.








