Koma.id– Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama atau PWNU DKI Jakarta melalui Tim Rukyatulhilal Lembaga Falakiah melaporkan hasil pengamatan hilal untuk penetapan 1 Syawal 1447 Hijriah. Berdasarkan pemantauan yang dilakukan di wilayah Jakarta, hilal dilaporkan tidak terlihat.
Ketua PWNU DKI Jakarta, Samsul Ma’arif, menyampaikan bahwa hasil tersebut diperoleh dari pengamatan langsung di lapangan oleh tim rukyatulhilal. Laporan itu kemudian disampaikan kepada jajaran pengurus wilayah sebagai bahan informasi awal.
Heboh! Investasi Bodong Koperasi BLN Putar Dana Rp4,6 Triliun, 41 Ribu Nasabah Jadi Korban
“Dari penglihatan langsung, pengamatan dan penglihatan langsung yang dilakukan oleh Tim Rukyatulhilal Lembaga Falakiah melaporkan kepada kami sebagai Ketua PWNU DKI Jakarta bahwa apa yang dilakukan tidak melihat hilal,” ujar Samsul, Kamis (19/3/2026).
Hasil pemantauan tersebut selanjutnya dilaporkan secara resmi kepada PBNU. PBNU nantinya akan mengeluarkan ikhbar atau pemberitahuan resmi yang juga akan diteruskan kepada Kementerian Agama sebagai salah satu bahan pertimbangan dalam sidang isbat.
PWNU menegaskan bahwa organisasi hanya berperan menyampaikan data hasil pengamatan di lapangan. Sementara itu, kewenangan penuh dalam menetapkan awal 1 Syawal tetap berada di tangan pemerintah melalui mekanisme sidang isbat yang digelar Kementerian Agama.
“Nanti Kementerian Agama akan melakukan sidang isbat. Jadi yang punya kewenangan untuk menetapkan kapan jatuhnya tanggal 1 Syawal adalah pemerintah,” jelas Samsul.
Saat ini, hasil pengamatan dari berbagai daerah di Indonesia masih dihimpun, khususnya dari wilayah Indonesia bagian barat. Pemerintah akan menetapkan secara resmi awal Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah setelah seluruh data nasional dipertimbangkan dalam sidang isbat.







