Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
BeritaKeamanan

PGI Kecam Teror Air Keras terhadap Aktivis Kontras Andrie Yunus

Views
×

PGI Kecam Teror Air Keras terhadap Aktivis Kontras Andrie Yunus

Sebarkan artikel ini
Ketua Umum Pgi Jacklevyn Frits Manuputty

Koma.id Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) mengecam keras aksi teror penyiraman air keras terhadap aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, yang terjadi pada Kamis malam, 13 Maret 2026 sekitar pukul 23.37 WIB. Serangan terhadap Wakil Koordinator KontraS tersebut dinilai sebagai bentuk kekerasan yang mengancam kebebasan sipil dan merusak fondasi demokrasi di Indonesia.

Ketua Umum PGI, Jacklevyn Frits Manuputty, menyampaikan keprihatinan mendalam sekaligus kemarahan moral atas insiden tersebut. Pasalnya segala bentuk serangan, intimidasi, maupun upaya pembungkaman terhadap pihak yang membela martabat manusia tidak dapat dibenarkan dengan alasan apa pun.

Silakan gulirkan ke bawah

“PGI menilai bahwa serangan, intimidasi, maupun pembungkaman terhadap siapapun yang membela martabat manusia tidak dapat dibenarkan atas alasan apapun. Kekerasan semacam ini merusak fondasi demokrasi, mengancam ruang kebebasan sipil, dan menebarkan ketakutan di tengah masyarakat,” katanya.

PGI juga mendesak pemerintah untuk memastikan setiap warga negara dapat menyuarakan kebenaran tanpa rasa takut terhadap ancaman teror. Selain itu, PGI meminta Presiden memerintahkan Kepolisian Negara Republik Indonesia untuk mengusut tuntas kasus ini secara transparan, cepat, dan akuntabel tanpa intervensi pihak mana pun.

“PGI meminta pemerintah menjamin perlindungan bagi para penggiat HAM, termasuk saksi dan keluarga korban, serta pemulihan menyeluruh terhadap korban agar ia dapat melanjutkan kerja kemanusiaan tanpa ancaman,” tuturnya.

Di sisi lain, Menteri Hak Asasi Manusia, Natalius Pigai, turut mengecam dugaan kekerasan tersebut. Ia menegaskan negara tidak boleh membiarkan praktik premanisme berkembang, terutama terhadap aktivis dan kelompok masyarakat sipil. Menurutnya, Indonesia adalah negara yang menjunjung tinggi perdamaian dan keamanan sehingga segala bentuk kekerasan harus ditindak tegas.

“Saya sudah kecam tidak boleh. Tidak boleh membiarkan premanisme hidup di negara ini,” katanya.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.