Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Daerah

Longsor Bantargebang Tutup Lokasi Pembuangan, 7.500 Ton Sampah Harian Jakarta Tak Bisa Masuk

Views
×

Longsor Bantargebang Tutup Lokasi Pembuangan, 7.500 Ton Sampah Harian Jakarta Tak Bisa Masuk

Sebarkan artikel ini
Tpst Bantargebang
Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang. (Foto / Istimewa)

Koma.id Aktivitas pembuangan sampah dari Jakarta ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang terganggu setelah terjadi longsor gunungan sampah di lokasi tersebut. Area tempat kejadian perkara (TKP) longsor untuk sementara ditutup guna mendukung proses evakuasi korban serta penyelidikan penyebab insiden.

Penutupan area tersebut berdampak langsung pada sistem pengelolaan sampah ibu kota. Setiap hari, Jakarta mengirim sekitar 7.300 hingga 7.500 ton sampah ke TPST Bantargebang menggunakan sekitar 1.200 truk pengangkut.

Silakan gulirkan ke bawah

Dengan ditutupnya zona longsor, ribuan ton sampah yang biasanya dibuang ke lokasi tersebut terpaksa tertahan sementara di Jakarta.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Asep Kuswanto mengatakan penghentian sementara pengiriman sampah dilakukan untuk mendukung proses evakuasi serta memastikan keselamatan petugas di lokasi.

“Pengiriman sampah ke TPST Bantargebang kami hentikan sementara untuk mendukung proses evakuasi serta memastikan keselamatan petugas di lokasi,” ujar Asep, Senin (9/3/2026).

Ia mengakui kondisi tersebut akan mengganggu alur pengelolaan sampah Jakarta yang selama ini sangat bergantung pada Bantargebang sebagai lokasi pembuangan utama.

Untuk mengantisipasi penumpukan sampah di ibu kota, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan sejumlah langkah darurat. Salah satunya dengan membuka titik pembuangan sementara serta memaksimalkan fasilitas pengolahan sampah lain yang tersedia.

Salah satu fasilitas yang diharapkan membantu mengurangi beban pengiriman sampah ke Bantargebang adalah pabrik pengolahan sampah Refuse Derived Fuel (RDF) Rorotan yang mulai dioperasikan untuk menampung sebagian sampah dari Jakarta.

Di sisi lain, proses evakuasi di lokasi longsor masih terus berlangsung. Sejumlah alat berat dikerahkan untuk membuka timbunan sampah yang menutup area operasi serta kendaraan yang tertimbun.

Peristiwa longsor gunungan sampah di Bantargebang sebelumnya dilaporkan menewaskan beberapa orang dan menimbulkan kerusakan di area pengelolaan sampah. Insiden ini kembali menyoroti ketergantungan Jakarta terhadap satu lokasi pembuangan akhir yang setiap harinya menampung ribuan ton sampah dari ibu kota.

Penutupan sementara zona longsor membuat sistem pengelolaan sampah Jakarta berada dalam kondisi rentan, karena ribuan ton sampah harian yang biasanya dialirkan ke Bantargebang harus segera dicarikan alternatif penanganan agar tidak menumpuk di dalam kota.

 

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.