Koma.id | Jakarta – Pelaksanaan gladi bersih Tes Kemampuan Akademik (TKA) bagi murid jenjang SD dan SMP resmi digelar mulai Senin (09/03). Agenda ini berlangsung hingga 17 Maret 2026 dan menjadi tahapan krusial sebelum ujian utama dilaksanakan pada April mendatang.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menegaskan gladi bersih berbeda dengan simulasi. Jika simulasi hanya bersifat latihan, gladi bersih wajib diikuti seluruh peserta TKA karena menggunakan data asli siswa yang terdaftar. Proses ini bertujuan memastikan kesiapan sistem, perangkat, serta pemahaman satuan pendidikan terhadap alur pelaksanaan ujian.
“Gladi bersih dilaksanakan dengan skema dan kondisi yang mendekati pelaksanaan sebenarnya, termasuk kesiapan sistem, prosedur, dan koordinasi petugas. Fungsinya adalah memastikan seluruh aspek teknis berjalan optimal serta meminimalkan potensi kendala saat pelaksanaan TKA,” ujar Kepala Pusat Asesmen Pendidikan (Pusmendik), Rahmawati.
Agenda gladi bersih TKA 2026 digelar dalam beberapa gelombang:
- Gelombang 1: 9–10 Maret
- Gelombang 2: 11–12 Maret
- Gelombang Khusus: 14–15 Maret
- Gelombang 3: 16–17 Maret
- Gelombang Tambahan: 30–31 Maret
Berdasarkan data Kemendikdasmen, sebanyak 4,45 juta murid SD/MI dan 4,20 juta murid SMP/MTs tercatat mengikuti gladi bersih. Selama proses berlangsung, siswa akan mencoba login, memasukkan token, serta mengerjakan soal sesuai jadwal yang ditetapkan sekolah.
Adapun jadwal ujian utama TKA SMP akan digelar pada 6–16 April 2026, sementara TKA SD berlangsung 20–30 April 2026. Mata uji yang dihadirkan meliputi Bahasa Indonesia dan Matematika, dengan tambahan survei karakter dan survei lingkungan belajar.

Gladi bersih ini menjadi tahap akhir persiapan nasional untuk memastikan seluruh mekanisme berjalan lancar, sehingga pelaksanaan TKA 2026 dapat berlangsung tanpa hambatan teknis maupun administratif.








