Koma.id– Harga minyak mentah dunia melonjak tajam lebih dari delapan persen pada perdagangan Senin (2/3/2026) menyusul laporan bahwa Iran menutup Selat Hormuz di tengah eskalasi konflik dengan Amerika Serikat (AS).
Mengutip laporan CNBC, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS ditutup melonjak 8,4 persen menjadi USD 72,74 per barel, sementara minyak mentah Brent sebagai acuan global melonjak sembilan persen ke level USD 79,45 per barel.
Senyum Warga Tangsel di Tengah Paceklik: Hewan Kurban Kapolri Lewat JARI 98 Sangat Berarti
Lonjakan harga terjadi setelah komandan Garda Revolusi Iran menegaskan bahwa Selat Hormuz telah ditutup dan pihaknya akan menyerang kapal mana pun yang mencoba melintas.
Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran strategis yang menjadi pintu keluar utama ekspor minyak dari kawasan Teluk, di mana lebih dari 14 juta barel minyak per hari melintasinya sepanjang 2025 atau setara sekitar sepertiga total ekspor minyak via laut dunia.
Eskalasi ini memuncak setelah serangan udara besar-besaran yang dilancarkan AS dan Israel terhadap Iran pada akhir pekan dilaporkan menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, serta sejumlah pejabat senior lainnya, yang memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan besar pasokan energi global.
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump menyatakan operasi militer akan terus berlanjut dan berjalan lebih cepat dari jadwal, namun tetap membuka peluang dialog dengan Iran. Sebaliknya, pejabat keamanan Iran, Ali Larijani, menolak kemungkinan perundingan dan menilai serangan gabungan AS-Israel telah menyeret kawasan ke dalam konflik yang tidak perlu.
Para analis memperingatkan potensi lonjakan harga lebih lanjut jika situasi memburuk, dengan Barclays memproyeksikan harga Brent dapat menembus USD 100 per barel dan UBS menilai harga spot berpotensi melampaui USD 120 per barel jika terjadi gangguan pasokan signifikan.







