Koma.id– Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) asal Aceh, H. Sudirman, mendesak aparat berwenang mengusut tuntas kasus dugaan penganiayaan siswa SMA di Kabupaten Aceh Barat yang diduga melibatkan dua oknum Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Korban dilaporkan mengalami sejumlah luka dan lebam di beberapa bagian tubuh akibat dugaan kekerasan yang dilakukan lebih dari satu orang. Berdasarkan informasi yang beredar, penganiayaan diduga tidak hanya dilakukan dengan tangan kosong, tetapi juga menggunakan benda tumpul. Peristiwa ini viral di media sosial dan memicu perhatian publik.
Kualitas Udara Tak Sehat, Pemkot Lubuklinggau Berlakukan Pembelajaran Jarak Jauh di Sekolah
Haji Uma menegaskan bahwa tindakan kekerasan oleh aparat terhadap masyarakat, terlebih terhadap pelajar, tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun. Ia meminta proses hukum dilakukan secara transparan untuk menjaga kepercayaan masyarakat.
Polri Gandeng Masyarakat Amankan MotoGP Mandalika 2026, Pengamanan Diperketat Hingga Hari Terakhir
Selain mendorong penegakan hukum, Haji Uma juga meminta adanya perlindungan serta pendampingan bagi korban dan keluarganya. Kemudian evaluasi internal di institusi terkait perlu dilakukan guna mencegah kejadian serupa terulang di kemudian hari.













