Koma.id– Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas, menegaskan tidak perlu ada aksi sweeping selama bulan Ramadan. Ia menilai pemerintah seharusnya telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya sikap saling menghormati antarumat beragama, sehingga tidak diperlukan tindakan sepihak di lapangan.
Menurut Anwar, dengan kehadiran dan pengawasan pemerintah, umat Islam dapat menjalankan ibadah puasa dengan tenang, khusyuk, dan tanpa gangguan. Ia juga optimistis suasana kondusif dapat terjaga berkat kerja sama antara pemerintah dan seluruh pemeluk agama.
“Saya rasa tidak perlu ada sweeping-sweeping-an, karena pemerintah sebelum puasa kita harapkan sudah mensosialisasikan dan memberi pengertian kepada rakyat dan masyarakat luas tentang perlunya ada sikap saling hormat-menghormati agama dan kepercayaan serta ibadah dari agama lain,” kata Anwar dikutip.
IJTI Kecam Manajemen Apartemen Saladin Depok
Sebelumnya, Gubernur Jakarta Pramono Anung menegaskan tidak mengizinkan organisasi kemasyarakatan melakukan sweeping ke rumah makan selama Ramadan. Kebijakan itu diambil demi menjaga ketertiban umum dan menciptakan suasana ibadah yang aman serta damai bagi seluruh warga.
Pramono menyatakan pemerintah provinsi bertanggung jawab memastikan toleransi dan kerukunan tetap terjaga. Ia juga menyebut ornamen bernuansa Islami akan menghiasi berbagai sudut Jakarta sebagai bentuk penghormatan terhadap momentum Ramadan, tanpa mengesampingkan nilai keberagaman.
“Tentunya saya sebagai gubernur bertanggung jawab untuk itu dan saya tidak mengizinkan untuk ada sweeping,” kata Pramono.







