Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Polhukam

Gus Yahya Ingin NU Selalu Berkiprah pada Perdamaian Dunia, Khususnya Kemerdekaan Palestina

Views
×

Gus Yahya Ingin NU Selalu Berkiprah pada Perdamaian Dunia, Khususnya Kemerdekaan Palestina

Sebarkan artikel ini
Bendera NU dan Indonesia
Bendera NU dan Indonesia. [Foto : Istimewa]

KOMA.ID, JAKARTA – Ketua Umum PBNU (Pengurus Besar Nahdlatul Ulama) KH. Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya mengungkapkan bahwa peran NU dalam organisasi dunia sangat besar.

Bahkan inilah yang membuat dirinya yakin dengan usaha NU untuk mewujudkan perdamaian dunia dan terlibat dalam isu-isu kemanusiaan yang selama ini berjalan.

Silakan gulirkan ke bawah

“NU memiliki posisi kuat pada peta masyarakat, karena itu kita didorong untuk berperan lebih aktif, lebih berani melakukan kontak-kontak dengan pihak mana pun untuk kontribusi mengupayakan masalah global dan kemanusiaan dari perspektif nilai agama,” kata Gus Yahya dalam peringatan Hari Lahir (Harlah) 100 Tahun Masehi Nahdhatul Ulama (NU) degan mengusung tema “Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Mulia” yang berlangsung di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Pusat. Sabtu (31/1/2026).

Dari capaian hingga persiapan menyambut 1 abad berdirinya NU, Gus Yahya juga mengungkapkan kesediaan untuk terus mendukung segala bentuk tindakan pemerintah yang mengupayakan pada kebaikan dan perdamaian. Dia meyakini upaya negara untuk selalu memberikan kemaslahatan bagi masyarakat.

“NU mendukung semua upaya-upaya dan agenda pemerintah untuk menghadirkan kemaslahatan bagi rakyat,” tuturnya.

Yahya Cholil Staquf di HUT 100 Tahun NU
Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf di HUT 100 Tahun NU.

Dalam kesempatan yang sama, Gus Yahya menyampaikan bahwa keterlibatan Indonesia tidak boleh bersifat pasif, terutama ketika terdapat wadah internasional yang memungkinkan konsolidasi dukungan bagi perdamaian Palestina. Ia menegaskan bahwa kehadiran Indonesia dalam forum tersebut semata-mata untuk kepentingan kemanusiaan.

“Keberadaan Indonesia tidak boleh tinggal diam, tidak boleh tidak ikut serta, di dalam inisiatif itu tentu saja untuk kepentingan membantu bangsa Palestina,” ujar Gus Yahya.

Bahkan ia pun tak menampik dengan adanya perbedaan pandangan di masyarakat terkait Board of Peace. Namun, ia menilai hingga saat ini belum ada alternatif platform internasional lain yang mampu menghimpun dukungan global secara terstruktur bagi perjuangan Palestina. Sehingga langkah Indonesia untuk berada di lingkaran elite Board of Peace bisa menjadi alternatif untuk mewujudkan semangat perdamaian dan kemerdekaan Palestina yang selama ini dielu-elukan.

“Sebagian orang mungkin tidak setuju dengan Board of Peace itu mengenai sejumlah elemen atau dimensinya, tetapi persoalannya adalah bahwa saat ini belum ada alternatif platform membangun satu upaya internasional dengan konsolidasi internasional untuk perdamaian Palestina,” katanya.

Ia menambahkan, keterlibatan Indonesia tidak membawa agenda politik tertentu selain dukungan kemanusiaan dan keberpihakan terhadap rakyat Palestina yang hingga kini masih menghadapi penjajahan dan krisis berkepanjangan.

“Keikutsertaan Indonesia tentu saja untuk membantu bangsa Palestina, bukan untuk kepentingan yang lain,” ujarnya.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.