Koma.id– Presiden Ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo menanggapi penyebutan namanya dalam sejumlah perkara hukum yang menyeret mantan pembantunya di kabinet. Terutama terkait kasus dugaan korupsi dana haji yang menjerat mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas.
Jokowi mengakui, dalam setiap kasus yang melibatkan pejabat di bawah pemerintahannya, namanya kerap ikut dikaitkan. Menurut dia, hal itu tidak terlepas dari posisi presiden sebagai penentu arah kebijakan nasional.
Ribuan Kendaraan Padati Jalur Puncak Bogor
“Di setiap kasus pasti mengaitkan dengan nama saya, karena apapun program kerja-kerja menteri pasti dari kebijakan presiden pasti dari arahan presiden dan juga dari perintah-perintah presiden,” kata Jokowi kepada wartawan, Jumat (30/1).
Meski demikian, Jokowi dengan tegas membantah pernah memberikan instruksi ataupun arahan yang berkaitan dengan praktik korupsi kepada jajaran kabinetnya.
“Tetapi tidak ada yang namanya perintah, tidak ada yang namanya arahan untuk korupsi, enggak ada,” pungkasnya.







