Koma.id — BisKita Trans Depok kembali menjadi sorotan sebagai ikon transportasi publik yang terus berkembang di Kota Depok. Sejak diluncurkan pertama kali pada Juli 2024, BisKita menjadi moda transportasi massal yang menghubungkan berbagai titik strategis, termasuk Terminal Depok Baru dan Stasiun LRT Harjamukti, serta menjadi alternatif mobilitas warga di kawasan metropolitan Jabodetabek.
Armada BisKita dikenal mirip layanan bus cepat kota (BRT) lain seperti TransJakarta, dengan desain kabin yang nyaman dan rute yang terintegrasi dengan angkutan umum lainnya. Layanan ini awalnya digratiskan selama masa uji coba, memberikan kesempatan bagi masyarakat merasakan transportasi publik modern tanpa biaya.
Pemerintah Kota Depok sendiri terus mendorong pengembangan layanan ini. Wali Kota Depok, Supian Suri, mengusulkan penambahan koridor baru yang akan memperluas jangkauan rute BisKita agar bisa mencakup wilayah selatan–utara kota dan mengoptimalkan peran transportasi publik dalam mengurangi kemacetan serta emisi kendaraan pribadi.
Rute utama BisKita saat ini terhubung dengan moda lain seperti LRT Jabodetabek, memberi kemudahan akses ke jaringan transportasi yang lebih luas.
Dengan terus berfungsinya BisKita sepanjang akhir tahun dan rencana perluasan koridor, moda bus ini dipandang bukan hanya sekadar alat angkut, tetapi juga sebagai bagian dari transformasi transportasi umum di wilayah Depok.
Warga diimbau mengetahui rute, jam operasional, dan titik halte agar perjalanan harian menjadi lebih mudah dan efisien. (Foto: Koma.id/Andry Novelino)
















