Koma.id | Jakarta – Pengacara sekaligus aktivis Eggi Sudjana mengaku ditawari proyek bernilai triliunan rupiah oleh pihak yang disebut dekat dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dengan syarat dirinya meminta maaf kepada mantan kepala negara tersebut. Hal ini diungkapkan oleh pakar hukum tata negara Refly Harun dalam program Rakyat Bersuara, Selasa (13/01).
Refly membacakan percakapan Eggi dengan Benny Parapat melalui aplikasi pesan WhatsApp. Dalam pesan itu, Eggi disebut sempat diundang Jokowi beberapa bulan lalu dan ditawari perjalanan ke luar negeri serta proyek bernilai fantastis. Namun, tawaran tersebut disertai syarat agar Eggi bersedia meminta maaf kepada Jokowi.
“Demi Allah, BES (Bang Eggi Sudjana) menolaknya hingga gagal lah deal tersebut,” kata Refly saat membacakan isi pesan.
Pakar telematika Roy Suryo menanggapi pertemuan Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis dengan Jokowi di Solo pada Kamis (08/01) lalu. Ia menegaskan tidak pernah ada permintaan maaf dari Eggi kepada Jokowi, meski isu tersebut berkembang di publik.
“Emang minta maaf? Kita harus mengutamakan tabayyun, artinya klarifikasi. Karena selama ini masih ada kesimpangsiuran,” ujar Roy bersama kuasa hukum Rismon Hasiholan Sianipar dan Tifauzia Tyassuma alias Dokter Tifa.
Roy mendesak Eggi segera memberikan klarifikasi terbuka agar isu soal pertemuan dengan Jokowi tidak menimbulkan spekulasi, termasuk dugaan adanya transaksi bernilai miliaran rupiah. Ia bahkan mempertanyakan sikap Eggi. “Dia ini pejuang atau pecundang,” tegas Roy.
Pertemuan Eggi dan Damai dengan Jokowi berlangsung tertutup di Solo, Jawa Tengah. Sekjen Relawan Jokowi yang hadir menyebut suasana pertemuan hangat. Sebelum pertemuan, Eggi diketahui sempat menitipkan sebuah buku untuk Jokowi yang ditandatangani olehnya.
Meski demikian, pertemuan tersebut menimbulkan polemik di kalangan publik dan rekan sesama pengacara. Roy Suryo menilai Eggi tidak bersikap sebagai pejuang dan meminta agar ia jujur terkait isi pertemuan dengan Jokowi.








